Problem solving adalah suatu pendekatan dalam menghadapi masalah. Problem solving juga merupakan suatu prosedur yang di dalamnya terdapat langkah-langkah yang harus diikuti dalam memecahkan sebuah masalah yang dihadapi seseorangKATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga dapat menyusun dan terselesaikannya modul bimbingan dan konseling
Modul bimbingan dan konseling ini disusun berdasarkan kurikulum KTSP yang menekankan dan mengembangkan kemampuan diri di dalam berbagai kegiatan belajar, sehingga siswa dapat memahami perkembangan akan potensi, kemampuan diri dan hambatan-hambatan yang ada dalam diri sendiri sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya yang berguna bagi masa depan siswa. Modul ini bertujuan agar siswa memahami diri dan lingkungannya, baik lingkungan keluarga, sekolah masyarakat dimana di lingkungan tersebut terjadi relasi sosial yang memungkinkan timbulnya permasalahan baru selaras dengan perkembangan usia siswa. Dengan diberikannya informasi-informasi yang ada di modul ini diharapkan siswa mempunyai kemampuan mengatasi hambatan-hambatan diri dengan pemahaman akan potensi, kemampuan diri dan minat sehingga bisa merencanakan masa depannya dengan baik.
Modul ini tidak mungkin dapat diselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dari berbagai pihak yang telah membantu dalam penyelesaian modul ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini, maka dari itu penulis berterima kasih dengan adanya saran dan kritik yang membangun untuk penyempurnaan modul ini.
Malang,
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar ............................................................ i
Daftar isi .................................................................... ii
A. Pendahuluan .................................................... iii
B. Prasyarat ........................................................ iv
C. Petunjuk Penggunaan Modul ................................. iv
D. Tujuan Pembelajaran ......................................... v
E. Kompetensi ..................................................... v
F. Rencana Belajar ................................................ v
Materi :
A. Mengatasi Masalah (Problem Solving)........................... 1
B. Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan............................. 7
C. Komunikasi.......................................................... 13
D. Mengatasi Kelupaan Dalam Belajar.............................. 19
E. Pemahaman Diri Untuk Memasuki Dunia Kerja................ 28
Daftar Rujukan ............................................................ 48
A. PENDAHULUAN
Bimbingan dan konseling merupakan suatu wadah yang memberikan layanan-layanannya untuk membantu siswa yang membutuhkan layanan tersebut. Layanan bimbingan dan konseling meliputi beberapa aspek yaitu aspek pribadi, sosial, belajar dan kerier. Dalam setiap layanan yang diberikan terdapat fungsi bimbingan antara lain : fungsi pencegahan, fungsi pemeliharaan, fungsi pengembangan dan masih banyak lagi.
Modul Bimbingan Konseling adalah salah satu bentuk layanan bimbingan yang dalam setiap pembahasan materinya selalu diakhiri dengan tugas-tugas penerapan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, berupa perubahan sikap sehari-hari.perubahan sikap yang bermakna tersebut sama dengan budi pekerti mulia. Penerapan budi pekerti merupakan proses pembiasaan yang terus menerus sehingga akhirnya membudaya.
Dalam modul ini berisi materi mengenai mengatasi masalah (problem solving), menumbuhkan jiwa kepemimpinan, komunikasi, mengatasi kelupaan dalam belajar dan pemahaman diri untuk memasuki dunia kerja. Dalam modul ini siswa diharapkan dapat menyatakan dengan jelas apa yang potensi-potensi yang dimiliki dan dapat mengembangkannya secara optimal sehingga apa yang dicita-citakan siswa tercapai sesuai dengan minat dan kemampuan diri yang berguna dalam menentukan masa depannya.
Untuk mewujudkan tujuan bimbingan dan konseling yaitu perkembangan siswa optimal, maka diperlukan suatu kerjasama dari berbagai pihak baik konselor (guru BK), siswa pihak sekolah, orang tua siswa dan semua pihak yang bersangkutan.
B. PRASYARAT
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Agar siswa berhasil menguasai dan mampu menerapkan materi didalam modul ini , maka bacalah dengan cermat dan ikuti petunjuk berikut ini dengan baik, diantara sebagi berikut :
Bacalah do’a terlebih dahulu sesuai dengan keyakinanmu agar diberikan kemudahan dalam mempelajari materi ini.
Bacalah materi ini dengan serius, santai, dan tenang sehingga kamu dapat mencapai penguasaan materi secara optimal.
Kerjakan secara mandiri tanpa harus menunggu teman, dengan belajar mandiri kamu dapat termotivasi mengerjakan lebih baik secara maksimal sesuai dengan kemampuan kamu sendiri tanpa melihat pekerjaan teman.
Kerjakan lembar kegiatan siswa yang sudah disediakan pada lembar berikutnya secara sungguh-sungguh dengan memberikan isian secara lengkap.
Untuk mendukung penguasaan siswa yang lebih luas kamu bisa menggunakan sumber belajar lainnya, misalnya buku bacaan, majalah, telvisi dan media yang lainnya.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat mengetahui cara komunikasi yang
efektif, kesadaran diri, menghilangkan
kemalasan, memupuk rasa percaya diri, cita-cita
hambatan dan cara mengatasinya dan dunia
pergaulan dalam kegiatan belajar sehari-hari,
sehingga mencapai hasil yang diinginkan.
E. KOMPETENSI
F. RENCANA BELAJAR
Rencana belajar merupakan serangkaian rencana kegiatan yang akan kamu lakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung :
Jenis kegiatan : membaca, menulis, diskusi,
mengerjakan latihan
Hari / Tanggal :
Tempat pelaksanaan :
Alokasi waktu :
Hasil yang dicapai :
PENGGALAN I
A. PENDAHULUAN
Bimbingan dan konseling merupakan suatu wadah yang memberikan layanan-layanannya untuk membantu siswa yang membutuhkan layanan tersebut. Layanan bimbingan dan konseling meliputi beberapa aspek yaitu aspek pribadi, sosial, belajar dan kerie. Dalam setiap layanan yang diberikan terdapat fungsi bimbingan antara lain : fungsi pencegahan, fungsi pemeliharaan, fungsi pengembangan dan masih banyak lagi.
Untuk mewujudkan tujuan bimbingan dan konseling yaitu perkembangan siswa optimal, maka diperlukan suatu kerjasama dari berbagai pihak baik konselor (guru BK), siswa pihak sekolah, orang tua siswa dan semua pihak yang bersangkutan.
Dalam modul ini akan dijelaskan mengenai bagaimana siswa menghadapi suatu masalah. Bagaimana siswa memecahkan suatu masalah yang dihadapi. Dalam modul ini, dijelaskan pengertian masalah, bagaimana menyikapi masalah dan langkah-langkah dalam memecahkan masalah.
Dengan mengetahui permasalahan yang dihadapi siswa dapat mengembangkan kematangan dalam pilihan karir dengan problem solving, mencapai kematangan gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, intelektual dan ekonomi dengan problem solving dan mencapai kematangan dalam sistem etika dan nilai.
Siswa dapat mengembangkan kecakapan hidup dengan problem solving diantaranya kecapakan memecahkan masalah, kecapakan mengambil keputusan dengancerdas, kecakapan menggunakan prinsip dasar pemikiran dan penalaran serta kecakapan menggali dan mengolah informasi atau data.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah yang dihadapi dalam hidupnya termasuk dalam kegaiatan belajar dan menerapkannya dalam kegiatan belajar sehari-hari sehingga mencapai hasil yang diinginkan.
C. STANDART KOMPETENSI
Siswa dapat memahami dan mengembangkan cara mengatasi masalah, yaitu:
- Mengembangkan dan menerapkan cara menyelesaikan masalah
- Membuat keputusan atas masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah, lingkungan pergaulan dan lingkungan masyarakat
D. INDIKATOR KOMPETENSI
E. PRASYARAT
F. RENCANA BELAJAR
Rencana belajar merupakan serangkaian rencana kegiatan yang akan kamu lakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung :
Jenis kegiatan : membaca, menulis, diskusi,
mengerjakan latihan
Hari / Tanggal :
Tempat pelaksanaan :
Alokasi waktu :
Hasil yang dicapai :
PROBLEM SOLVING
1. Pengertian Problem Solving
Problem solving sama artinya dengan pemecahan masalah. Problem solving adalah suatu pendekatan dalam menghadapi masalah. Problem solving juga merupakan suatu prosedur yang di dalamnya terdapat langkah-langkah yang harus diikuti dalam memecahkan sebuah masalah yang dihadapi seseorang sebagai perorangan atau seseorang sebagai pemimpin organisasi atau anggota organisasi.
Pernahkah anda menghadapi masalah ? Dapatkah anda mengemukakan contohnya ? Apakah masalah yang anda hadapi masalah pribadi, social, belajar atau karier ? Bagaimana pemecahannya ? Atau langkah-langkah apa yang anda tempuh setiap masalah yang anda hadapi ? Bagaimana hasilnya ? Siapa diantara anda yang bisa mengungkapkan pendapatnya ?
2. Apa Itu Masalah ?
Pengertian masalah atau problem yang dihadapi seseorang berbeda dengan orang lain. Pengertian masalah yang dihadapi oleh seorang pemimpin berbeda dengan yang dihadapi oleh seorang sarjana. Berbeda pula oleh seseorang sebagi pribadi dengan seseorang sebagai pemimpin/anggota organisasi.
Masalah dapat digambarkan sebagai suatu keadaan (terlihat atau tidak terlihat) dimana antara yang diharapkan dengan kenyataan tidak sesuai. Antara apa yang direncanakan dengan kenyataan tidak sesuai. Atau terdapat hambatan antara yang diinginkan dengan keadaan sebenarnya.
Masalah berbeda dengan keluhan. Keluhan merupakan akibat dari masalah yang tidak jelas atau tidak teratasi/tidak terselesaikan. Keluhan yang dirasakan seseorang dapat dijadikan pertanda seseorang sedang mengalami masalah yang tidak dikenali atau sebuah masalah yang tidak dipecahkan.
Tugas 1
Tuliskan keluhan dan masalah yang pernah anda alami !!
Keluhan Masalah
1. ......................................... 1. .........................................
2. ......................................... 2. .........................................
3. ......................................... 3. .........................................
4. ......................................... 4. .........................................
5. ......................................... 5. .........................................
6. ......................................... 6. .........................................
7. ......................................... 7. .........................................
8. ......................................... 8. .........................................
9. ......................................... 9. .........................................
10. ......................................... 10. .........................................
Masalah yang tidak dipecahkan akan dapat menimbulkan masalah baru. Oleh sebab itu setiap orang harus menyikapi setiap masalah yang dialaminya.
3. Bagaimana Menyikapi Masalah ?
Lari dari masalah ?
Menghadapi dan memecahkannya ?
Mengeluh ?
Tidak tahu apa yang harus dilakukan ?
Meminta bantuan kepada orang lain ?
Setiap orang tidak mungkin dapat menyikapi masalahnya dengan tepat apabila ia tidak tahu atau belum mengenali masalah itu. Disamping itu ia harus mengenali sumber masalah yang dialami. Pada umumnya masalah yang dialami setiap orang bersumber dari diri sendiri (internal) dan dapat juga bersumber dari luar diri (eksternal).
Sebagai seorang siswa masalah yang bersumber dari dalam diri sendiri meliputi kondisi pribadi misalnya kecerdasan, bakat, fisik, nilai, kepribadian, keterampian belajar dan sebagainya. Sedangkan yang bersumber dari luar diri seperti kondisi pisik sosio emosional di lingkungan keluarga dan sekolah (pencahayaan, kebersihan, sirkulasi hubungan dengan teman, dengan guru dan lain sebagainya) sarana belajar pribadi dan sekolah. Bagaimana sika anda selama ini menghadapi masalah ?
Tugas 2
Buatlah sebuah deskripsi yang menceritakan masalah yang anda hadapi dan sikap an da terhadap masalah tersebut pada kolom berikut!
No. Masalah Cara Menyelesaikan
4. Langkah-Langkah Dalam Memecahkah Masalah
Dalam memecahkan masalah yang dialami perlu memahami langkah-langkah berikut :
MERUMUSKAN MASALAH
Untuk mengethaui hakekat daripada sesuatu masalah tidaklah mudah, karena masalah yang sebenarnya dihadapi sering terselebung dalam berbagai bentuk berupa gejala-gejala yang tampak dan tidak tampak. Oleh sebab itu diperlukan keahlian pendidikan dan pengalaman untuk dapat mencari sebab akibat yang tepat guna mencari pemecahannya.Demikian juga halnya dengan masalah yang perlu dipecahkan melalui satu keputusan. Apa yang tampak seperti masalah dalam satu organisasi belum tentu merupakan masalah yang sebenarnya. Yang terlihat itu mungkin hanya gejalanya saja, sedangkan hakekat yang sebenarnya dari masalh itu perlu dipahami lebih mendalam.
Orang Amerika (industriawan Charles F. Kattering) mengatakan ”suatu masalah yang sudah didefinisikan dengan baik berarti sudah separo terpecahkan”. Sebuah masalah dapat dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan atau kalimat pertanyaan.
Contoh : Kekurangan dana rekreasi ke Pantai Carita/Mengapa terjadi kekurangan dana rekreasi ke Pantai Carita ?
ANALISA SEBAB-AKIBAT
Setiap masalah yang akan dipecahkan perlu diketahui sebab masalah itu terjadi dan akibat/konsekuensi yang akan muncul bila tidak diatasi. Dalam menganalisa sebab-akibat dari suatu masalah memerlukan pengetahuan dan pengalaman, memerlukan data dan fakta yang jelas/akurat. Tanpa hal itu akan sulit mencari solusi dari masalah yang dihadapi. Hal ini bertujuan untuk memperkecil resiko yang muncul dari sebuah keputusan yang akan diambil dari pemecahan masalah yang dialami.
Mengapa terjadi kekurangan dana rekreasi ke Pantai Carita ? padahal waktu keberangkatan yang direncanakan sudah dekat. Apakah akibatnya bila dana yang dibutuhkan tidak terkumpul sesuai jadwal ?
MENGHIMPUN ALTERNATIF PEMECAHAN
Kegiatan berikutnya adalah menentukan alternatif pemecahan, yaitu berbagai kemungkinan yang dapat dipilih untuk dilaksanakan sebagai jalan keluar dari masalah yang dihadapi.
Setiap alternatif harus dikaji faktor-faktor pendukung dan faktor penghambat yang ada dalam setiap alternatif. Keuntungan apakah yang akan diperoleh apabila alternatif tersebut menjadi pilihan atau sebaliknya kerugian/resiko apa yang akan muncul apabila alternatif tersebut akan dipilih. Disamping itu juga harus diperhitungkan kekuatan, kemauan dan kemampuan untuk melaksanakannya untuk menghindari munculnya masalah baru.
MEMILIH ALTERNATIF YANG PALING TEPAT
Ukuran alternatif yang paling tepat dapat dilihat dari segi biaya, waktu sarana, kemampuan dalam melaksanakan. Dengan kata lain apakah alternatif yang dipilih dapat mempermudah tercapainya tujuan, dapat mengurangi kerugian, dapat mengurangi konflik dengan orang lain, dapat memeberikan kepuasan, mampu dan mau melaksanakannya dan sebagainya.
MELAKSANAKAN PILIHAN DALAM BENTUK KEGIATAN TERENCANA
Keputusan yang diambil akan dapat berfungsi memecahkan masalah apabila dapat dilaksanakan. Oleh karen itu harus disusun rencana kegaiatn pelaksanaanya. Keputusan yang diambil oleh perorangan untuk mengatasi masalah perorangan tetap memerlukan rencana kegiatan pelaksanaannya, apabila keputusan yang diambil oleh organisasi untuk keperluan memecahkan masalah organisasi yang pelaksanaanya melibatkan banyak orang, memerlukan koordinasi, pengawasan dan penggunaan biaya sangat perlu adanya rencana kegiatan yang matang agar masalah terpecahkan dan tidak muncul/mengurangi munculnya masalah baru yang lebih rumit.
Tugas 3
Praktekanlah langkah-langkah diatas dengan mengambil salah satu atau dua masalah yang telah anda cantumkan pada tugas satu. Dalam menyelesaikan tugas anda dapat berkonsultasi dengan guru pembimbing anda. Setelah selesai kumpulkan untuk mendapatkan umpan balik apakah anda mampu memecahkan sebuah masalah yang anda hadapi.
No. Aspek Uraian
1. Rumuskan masalah yang akan dipecahkan.
2. Faktor penyebab munculnya permasalahan tersebut
3. Merencanakan alternatif-alternati pemecahan masalah
4. Memilih alternatif
5. Rencana penyelesaian masalah
Tugas 4
Membuat Keputusan
Bentuk kelompok yang anggotanya antara 7 sampai 10. Bayangkan setiap anggota kelompok mempunyai posisi tertentu dalam sebuah organisasi (OSIS, PMR, atau organisasi perusahaan/pemerintah) yang akan mengambil keputusan untuk mengatasi suatu/beberapa masalah yang dihadapi.
Dalam kelompok ada yang berperan sebagai pemimpin diskusi/rapat, ada yang berperan sebagai pencatat/notulis dan berperan sebagai utusan posisi tertentu. Praktekanlah langkah-langkah di atas dengan memilih topik yang ditawarkan oleh guru pembimbing anda atau anggota kelompok dengan persetujuan guru pembimbing.
PENGGALAN II
A. PENDAHULUAN
Bimbingan dan konseling merupakan suatu wadah yang memberikan layanan-layanannya untuk membantu siswa yang membutuhkan layanan tersebut. Layanan bimbingan dan konseling meliputi beberapa aspek yaitu aspek pribadi, sosial, belajar dan kerie. Dalam setiap layanan yang diberikan terdapat fungsi bimbingan antara lain : fungsi pencegahan, fungsi pemeliharaan, fungsi pengembangan dan masih banyak lagi.
Untuk mewujudkan tujuan bimbingan dan konseling yaitu perkembangan siswa optimal, maka diperlukan suatu kerjasama dari berbagai pihak baik konselor (guru BK), siswa pihak sekolah, orang tua siswa dan semua pihak yang bersangkutan.
Dalam modul ini akan dijelaskan mengenai bagaimana siswa menyadari eksistensi diri sebagai mahkluk Tuhan, mahluk sosial dan mahluk lingkungan. Setiap siswa meyadari kesadaran atas potensi diri dan dorongan untuk mengembangkannya. Memiliki keyakinan dan ketaqwaan sesuai dengan ajaran agama yang dianut dengan menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak dini. Siswa diharapakan menghargai dan berekspresi seni dengan menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak dini. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan merupakan layananan dalam bimbingan dan konseling dan mempunyai fungsi pemeliharaan dan pengembangan. Cara ini dapat membantu siswa dalam kegiatan belajar. Jiwa kepemimpinan perlu diasah dan dibina sejak dini agar mencapai kematangan dalam diri sebagai bekal kelak siswa dewasa dan dalam menentukan masa depannya. Maka dari hal tersebut, siswa perlu mengetahui pengertian, definisi dan uraian tentang bagaimana menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam dirinya sejak dini.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
C. STANDART KOMPETENSI
Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam diri setiap siswa
Mengembangkan jiwa kepemimpinan sejak dini dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah, lingkungan pergaulan dan lingkungan masyarakat
D. INDIKATOR KOMPETENSI
E. PRASYARAT
F. RENCANA PEMBELAJARAN
Rencana belajar merupakan serangkaian rencana kegiatan yang akan kamu lakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung :
Jenis kegiatan : membaca, menulis, diskusi,
mengerjakan latihan
Hari / Tanggal :
Tempat pelaksanaan :
Alokasi waktu :
Hasil yang dicapai :
PENGGALAN III
A. PENDAHULUAN
Bimbingan dan konseling merupakan suatu wadah yang memberikan layanan-layanannya untuk membantu siswa yang membutuhkan layanan tersebut. Layanan bimbingan dan konseling meliputi beberapa aspek yaitu aspek pribadi, sosial, belajar dan kerie. Dalam setiap layanan yang diberikan terdapat fungsi bimbingan antara lain : fungsi pencegahan, fungsi pemeliharaan, fungsi pengembangan dan masih banyak lagi.
Untuk mewujudkan tujuan bimbingan dan konseling yaitu perkembangan siswa optimal, maka diperlukan suatu kerjasama dari berbagai pihak baik konselor (guru BK), siswa pihak sekolah, orang tua siswa dan semua pihak yang bersangkutan.
Dalam modul ini akan dijelaskan mengenai bagaimana cara berkomunikasi yang efektif. Adapun tujuan dari komunikasi ini adalah agar individu dapat memahami siapa dirinya dan orang lain, dapat membina hubungan baik dengan orang lain, dapat menghibur diri dan berinteraksi dengan orang lain. Siswa mengetahui cara komunikasi yang efetif, cara membiasakan diri mendengar yang baik dan menghindari kebiasaan mendengar yang buruk.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat membina hubungan yang baik dengan teman-temannya.
Siswa dapat mengatasi keretakan dalam hubungan pertemanannya serta mampu mengambil keputusan dengan baik dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapinya.
Siswa dapat mengetahui berkomunikasi dengan efektif dalam kegaiatan belajar sehari-hari, sehingga mencapai hasil yang diinginkan.
C. STANDART KOMPETENSI
Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi sacara efektif dan produktif dalam lingkungan pergaulan.
Menguasai keterampilan untuk berkomunikasi secara efektif.
Berpartisipasi dengan komunikasi yang efektif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
D. INDIKATOR KOMPETENSI
E. PRASYARAT
F. RENCANA PEMBELAJARAN
Rencana belajar merupakan serangkaian rencana kegiatan yang akan kamu lakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung :
Jenis kegiatan : membaca, menulis, diskusi,
mengerjakan latihan
Hari / Tanggal :
Tempat pelaksanaan :
Alokasi waktu :
Hasil yang dicapai :
KOMUNIKASI
1. Pengertian komunikasi
Komunkasi adalah penyampaian pesan sedemikian rupa sehingga diterima seperti yang diinginkan si pengirim. Dalam komunikasi ini kecakapan berbicara dan mendengar dapat dikembangkan dengan latihan
Baca kembali topik (judul) di atas sebanyak 10 kali !
Apakah yang terbayang oleh Anda dari topik di atas? Coba sampaikan atau ceritakan yang anda bayangkan !
Coba gambarkan atau peragakan ide atau pendapat kepada teman-teman Anda atau guru tetapi lawan bicara Anda tidak mengerti sungguh-sungguh apa yang anda maksud.
Pernahkah Anda mengalami bahwa Anda tidak berkonsentrasi mendengarkan lawan bicara Anda karena ada suara gemuruh yang menakutkan atau ada orang lain yang berdiri di dekat Anda dan berbicara dengan suara keras ? Jika pernah coba ceritakan.
Pernahkah terbayang oleh Anda bahwa kecepatan berfikir lebih cepat 2 sampai 3 kali kecepatan berbicara ? Jika pernah coba ceritakan pengalaman Anda
Dalam modul ini akan membahas bagaimana Anda dapat memahami proses komunikasi berlangsung, mempelajari kemampuan berkomunikasi secara lisan (mendengarkan dan berbicara satu sama lainnya), mendiskusikan sebab-sebab kegagalan komunikasi dan mengembangkan komunikasi efektif dalam suatu percakapan.
2. Bagaimana proses komunikasi berlangsung
Ada si pengirim pesan
Ada pesan yang akan disamapaikan
Ada sipenerima pesan
Ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pesan
Si pengirim pesan (komunikator) mempunyai pesan berupa ide atau gagasan yang ingin disampaikan kepada si penerima pesan (komunikan). Si pengirim pesan menyusun pesan yang bentuknya bisa kata-kata, bisa juga berbentuk isyarat atau gambar. Penyusunan pesan pada saat bersamaan akan disaring oleh karateristik si pengirim pesan, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki dan kondisi dimana komunikasi berlangsung.
Si penerima (komunikan) menerima pesan melalui mendengarkan, memperhatikan/melihat/membaca. Pada saat menerima pesan, Si penerima pesan menafsirkan pesan yang disampaikan dan tersaring oleh karateristik Si penerima pesan, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki serta kondisi dimana proses komunikasi berlangsung.
Pesan (message) dapat dirumuskan dalam bentuk kata-kata/kalimat, gambar/simbol yang mengandung makna yang dapat ditafsirkan secara universal. Simbol komunikasi.
3. Komunikasi efektif ? Jadilah pendengan yang baik !
Komunikasi berlangsung efektif, bila sebuah pesan yang diformulasiakn oleh si pengirim pesan (komunikator) ditafsikan dengan benar oleh si penerima pesan (komunikan). Sebaliknya komunikasi berlangsung tidak efektif jika sebuah pesan yang diterima oleh si penerima pesan (komunikan) kacau (tidak sesuai dengan yang dimaksud si pengirim pesan). Komunikasi yang tidak efektif disebabkan oleh adanya hambatan yang berasan dari si pengirim pesan (komunikator). Si penerima pesan (komunikan) atau pesan (message) yang kacau yang disebabkan penyimpangan-penyimpangan lingkungan. Pesan yang kacau disebabkan oleh faktor statis yang mempengaruhi lingkungan dan faktor distorsi (penyimpangan) yang mempengaruhi manusia (komunikator dan komunikan). Komunikasi akan lebih efektif apabila di dukung oleh kemampuan mendengarkan yang baik dan sebaliknya komunikasi tidak efektif apabila disertai kebiasan berperilaku mendengar buruk.
Faktor statis disebabkan penyimpangan-penyimpangan lingkungan yang dapat mengacaukan pesan seperti bunyi dering telepon, dekat orang berbicara, bunyi alat-alat rumah tangga, pengirim/penerima membuat gangguang dengan mengetuk-ngetukan pensil, membalik-balikan keretas dan sebaginya.
Faktor distorsin (gangguan) di sebabkan oleh manusia oleh manusia, baik si pengirim maupun si penerima pesan. Distorsi yang berasal dari si pengirim pesan seperti gagasan yang tidak jelas, dan meloncat-loncat dari satu topik ke topik yang lain. Pesan yang rancu, penggunaan bahasa yang tidak tepat serta kurangnya motivasi si pendengar dapat pula menjadi distorsi yang berasal dari si pengirim pesan. Distorsi yang berasal dari si penerima pesan (komunikan), kemungkinan disebabkan oleh berbagai hal seperti: penerima pesan sedang terbuai oleh pikiran-pikiran lain, tanggapan-tanggapan emosionjal, anggapan bahwa si penerima pesan merasa mengerti sepenuhnya (sok tahu) sekalipun pesan belum lengkap disampaikan, ketidaksabaran dan sebagainya.
Apakah yang menyebabkan situasi statis di kelas anda. Apa yang dapat anda lakukan untuk menghindari situasi statis agar tidak mengganggu komunikasi anda ?
Berikut ini sejumlah kemampuan mendengar yang baik yang perlu di latih/dokembangkan dan sejumlah perilaku mendengar buruk yang perlu dihindari.
Kemampuan mendengar yang baik
Kemampuan memproses informasi
- berusaha memahami pesan
- berfikir kedepan
- menarik kembali kritikan
Kemampuan mendengar reflektif
- merangkai pesan dengan kata-kata sendiri
- membuat pesan lebih jelas
- meringkaskan komentar pembicara
Kemampuan memberi isyarat non-verbal
- mengarahkan pandangan kepada si pembicara
- tersenyum
- memperhatikan
Kemampuan memberi semangat
- membuka percakapan ”Anda kelihatan gembira hari ini”
- menggali pembicaraan dengan pertanyaan terbuka ” Apa yang terjadi?”
- memberi dorongan singkat ”o...ya”, ”bagus”, ”teruskan”.
- diam, tidak menyela pembicara.
Bagaimana komentar kalian ?
Tugas 1
Tuliskan komentar kalian terhadap sejumlah kemampuan mendengar baik, pada kolom berikut.
Kebiasan mendengar buruk
Berprasangka/berpraduga
- mengkritik (”itu tidak ekonomis, kita sedang mengalami kesulitan”).
- mendiagnosa (”Anda tahu masalah Anda”).
- menilai (”tetaplah bekerja dengan baik”).
Menyampaikan pemecahan (masalah)
- memerintah (”kerja ini untuk mengatasi masalah tersebut”)
- menakuti-nakuti (”lakukan ini atau sesuatu akan terjadi”)
- memberi pelajaran (”Ketika saya menjadi murid seusiamu...”)
Penghindaran
- mengalihkan pembicaraan (”usul yang baik, sekarang marilah kita bicarakan tentang...”).
- meyakinkan kembali (”jangan khawatir, saya akan menanganinya”).
Bereaksi secara emosional
- memotong pembicaraan
- membantah
- mengkritik dengan tajam
Menyampaikan isyarat tidak menarik perhatian
- menjauhi si pembicara / cuek
- bertolak pinggang sambil menunjuk-nunjuk
- pandangan kosong, mengerutkan dahi, mencibir atau melebarkjan lubang hidung
- tidak mengarahkan pandangan ke lawan bicara
Bagaimana komentar anda ?
Tugas 2
Tuliskan komentar anda terhadap sejumlah kebiasaan mendengar buruk, pada kolom berikut
Untuk meningkatkan kemampuan mendengar baik dan menghindari mendengar buruk, cobalah berlatih berkomunikasi dengan berpedoman kepada sejumlah kemampuan mendengar baik dan kebiasaan mendengar buruk di atas.
Tugas 3
Apakah anda menjadi pendengar yang baik ?
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan memilih salah satu jawaban yang cocok (Sering, Kadang-kadang, Jarang), jawaban Anda dibahas kemudian.
No. Pernyataan Sering Kadang Jarang
1. Saya tetap mengadakan kontak mata dengan
si pembicara
2. Saya tahu apa yang akan dikatakan si pembicara sebelum dia menyelesaikan percakapan
3. Saya mencoba untuk menyesuaikan pikiran dan perasaan saya dengan si pembicara
4. Saya mempunyai kesulitan dalam menemukan kesempatan untuk mendengarkan teman bicara yang datang pada saya dengan persolalannya
5. Saya tahu bahwa saya tidak perlu mendengarkan sebagian besar teman bicara, mereka hanya menginginkan nasehat
6. Saya mengajukan pertanyaan untuk kejelasan dan pengertian.
7. Saya tidak menghakimi apa yang dikatakan si pembicara sebelum dia selesai bicara.
8. Saya dapat tersinggung dengan mudah oleh teman bicara yang tidak dapat mengekspresikan diri mereka (sendiri) dengan jelas.
9. Saya tahu bahwa sangat susah untuk bersikap tertarik pada pembicara yang sangat membosankan
10. Jika saya tidak mengerti pada pembicaraan yang berkata, saya katakan saja apa yang seharusnya mereka lakukan.
4. Komunikasi efektif ? Jadilah pembicara Asertif !
Bagaimana menjadi pembicara yang efektif ?
Ada tiga macam perilaku berbicara dalam komunikasi yakni: perilaku agresif, perilaku pasif dan perilaku asertif.
Perilaku berbicara agresif adalah cara berbicara yang bersifat konfrontasi, keras dan kasar. Si pembicara tidak tertarik pada apa yang dikatakan pendengar. Sedangkan perilaku pasif adalah kebalikan dari agresfi. Si pembicara berusaha menyenangkan lawan bicara, cenderung berbicara secara halus, khawatir melakukan kesalahan. Perilaku berbicara asertif adalah berbicara secara langsung, jujur, dan berorientasi pada tujuan, menggunakan kemampuan mendengar aktif. Perilaku asertif cenderung membina sesuatu dalam hubungan positif jangka panjang, saling menghorm,ati dan saling memuaskan kepentingan lawan bicara.
Contoh perilaku berbicara
Perilaku bicara Perilaku non verbal Perilaku verbal
Agresif Bicara keras dan cepat menatap mata pembicara adalah sikap kasar ”lakukan sesuai dengan perintah”
Pasif Bicara pelan, terlihat gugup, gelisah ”anu, ini hanya menurut saya, lho....”
Asertif Santai, percaya diri, cocok dengan orang lain ”Menurut saya lebih baik begini. Bagaimana menurut Anda?”
GOSIIP.........Bagaimana terjadinya ??
Permainan Bisik Berantai
Fasilitator (guru pembimbing) akan membuat beberapa kalimat yang berisi pesan tertentu, sebagai soal/kuis dalam permainan ini. Buatlah kelompok yang terdiri dari kurang lebih 10 orang. Buatlah posisi berbaris belakang (berbanjar). Bisikanlah soal/kuis dari fasilitator anda tersebut mulai dari anggota pertama sampai terakhjhir. Anggota terakhir melapotkan hasil bisikan soal/kuis tersebut kepada fasilitator. Apa yang terjadi ? Pengurangan, penambahan atau pembelokkan pesan ?
Lakukan 2-3grup secara bersamaan.
Tugas 5
Beberapa orang diminta tampil ke depan kelas secara bergiliran, untuk menyampaikan gagasan dalam bentuk pidato singkat (dalam waktu 3-5 menit). Sementara itu, yang mendengarkan balik menyampaikan apa yang disampaikan temannya semula sebagai feed back/umpan balik (dalam waktu 3-5 menit)
Kunci komunikasi efektif
Anda ingin berbicara asertif ?
Pertimbangkanlah saran-saran berikut ini :
Bentuklah gagasan anda dengan tenanng dan langsung, hubungkan dengan dukungan si pendengar
Praktekan kemampuan mendengar yang baik
Kenalilah dengan siapa anda berbicara dan apa yang mereka ketahui
Mengerti mengapa anda berbicara
Mengerti apa yang anda katakan
Mengetahui dimana dan kapan waktu paling tepat untuk berbicara
Selidikilah diri anda dengan sederhana
Selidikilah diri anda dengan empati
Selidikilah diri anda dengn informasi
Selidikilah diri anda dengan kooperatif
Pada kegiatan 1 ”komunikasi”, kecakapan hidup yang dapat dikembangkan adalah :
1. kecakapan komunikasi : mendengarkan, berbicara dan menulis
2. kecakapan bekerja sama : kecakapan sebagai teman kerja/belajar yang menyenangkan.
PENGGALAN IV
A. PENDAHULUAN
Bimbingan dan konseling merupakan suatu wadah yang memberikan layanan-layanannya untuk membantu siswa yang membutuhkan layanan tersebut. Layanan bimbingan dan konseling meliputi beberapa aspek yaitu aspek pribadi, sosial, belajar da kerie. Dalam setiap layanan yang diberikan terdapat fungsi bimbingan antara lain : fungsi pencegahan, fungsi pemeliharaan, fungei pengembangan dan masih banyak lagi.
Untuk mewujudkan tujuan bimbngan dan konseling yaitu perkembangan siswa optimal, maka diperlukan suatu kerjasama dari berbagai pihak baik konselor (guru BK), siswa pihak sekolah, orang tua siswa dan semua pihak yang bersangkutan.
Dalam modul ini akan dijelaskan mengenai bagaimana siswa mengetahui cara mengatasi kelupaan dalam belajar. Setiap siswa kemungkinan memiliki kelupaan yang berbeda-beda. Ada siswa yang mudah ingat dan ada pula siswa yang mudah lupa. Mengatasi kelupaan merupakan layananan dalam bimbingan dan konseling dan mempunyai fungsi pemeliharaan dan pengembangan. Cara mengatasi lupa ini dapat membantu siswa dalam kegiatan belajar. Lupa merupakan suatu keadaan yang manusiawi dimana ada sesuatu yang lepas dari ingatan atau tidak dipikirkan (ingatan) lagi karena faktor waktu. Maka dari hal tersebut, siswa perlu mengetahui kaidah-kaidah lupa, ketentuan mengingat pelajaran, melatih ingatan, cara mengatasi kesukaran belajar dan cara mengatasi kelupaan dalam belajar. Dengan mengetahui materi-materi tersebut, siswa dapat lebih memahami dan lebih mudah dalam mengatasi cara kelupaan dalam belajar.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
C. STANDART KOMPETENSI
Memahami dan mengatasi kelupaan dalam belajar.
Mengenali penyebab kelupaan
Mengatasi kelupaan dalam belajar
Mengembangkan teknik menghafal yang sesuai.
D. INDIKATOR KOMPETENSI
Siswa mampu menyebutkan beberapa hasil penelitian tentang lupa
Siswa mampu untuk menyebutkan beberapa kaidah tentang lupa
Siswa menjelaskan beberapa ketentuan dalam mengingat pelajaran
Siswa mampu menyebutkan cara mengatasi kelupaan dalam belajar.
Menjelaskan cara melatih ingatan yang kuat.
E. PRASYARAT
Adapun syarat untuk memahami modul ini adalah siswa diharapkan membaca materi terlebih dahulu, dengan membaca materi Cara Mengatasi Kelupaan Dalam Belajar. Hal ini dimaksudkan agar siswa mengerti dan akhirnya dapat menerapkan (mengaplikasikan) cara mengatasi kelupaan yang baik untuk dirinya sehingga tujuan di dalam hidupnya tercapai.
F. RENCANA PEMBELAJARAN
Rencana belajar merupakan serangkaian rencana kegiatan yang akan kamu lakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung :
Jenis kegiatan : membaca, menulis, diskusi,
mengerjakan latihan
Hari / Tanggal :
Tempat pelaksanaan :
Alokasi waktu :
Hasil yang dicapai :
MENGATASI KELUPAAN DALAM BELAJAR
A. Definisi Lupa
Lupa merupakan suatu keadaan dimana ada hal-hal yang lepas dari ingatan atau tidak dipikirkan (ingatan) lagi karena faktor-faktor waktu yang sudah lama. Lupa juga dapat berarti tidak sadar, lalai atau tidak teringat akan suatu hal.
Menurut beberapa psikolog dalam penelitian tentang lupa yang berkaitan dengan pelajaran antara lain melakukan percobaan dan penelitian yang dilaksanakan terhadap beberapa siswa dengan mengadakan pembagian terhadap materi pelajaran ke dalam dua kelompok besar, yaitu :
1) Subyek praktis
Subyek praktis merupakan suatu ilmu atau pelajaran yang lebih banyak memuat ilmu praktis atau praktek, sehingga kebanyakan siswa melakukan suatu hal atau kegiatan yang berbentuk visual untuk mempelajarinya, seperti prakarya, pemakaian bilangan-bilangan, alat-alat tulis menulis, menggambar, ilmu bedah, menjahit dan yang serupa. Terbukti bahwa pelajaran untuk seperti ini dapat melekat lebih kuat, sukar untuk dilupakan, terlebih bila disertai dengan banyak latihan pada jam-jam praktek, sehingga betul-betul menguasai. Bila seorang siswa sudah menguasai betul, maka dia akan tetap ingat walaupun tidak dipelajari dalam jangka waktu yang lama.
2) Subyek teoritis
Subyek teoritis merupakan suatu ilmu atau pelajaran yang lebih menekankan pada teori, sehingga siswa dituntut untuk lebih banyak membaca dan mengingat. Subyek teoritis mencakup banyak bagian dari angka-angka hitungan, nama-nama orang, macam-macam hukum, teori-teori dan sebagainya. Ternyata dalam subyek teoritis ini yang pertama kali kita lupakan adalah nama-nama orang, nama-nama tempat, nama benda dan sifatnya dan terakhir cara kerja atau karya-karyanya.
B. Kaidah-kaidah Lupa
Menurut para ilmuwan dan psikolog, kaidah lupa dibagi menjadi 7 bagian, antara lain :
1) Kadar pengetahuan yang terlupakan berbanding terbalik dengan frekuensi ulangan pelajaran yang dilakukan. Dengan kata lain semakin sering kita mengulang pelajaran dengan waktu yang terpisah, semakin sedikit pelajaran yang terlupakan.
2) Pendalaman materi ketika belajar akan mempercepat hafalan dan memperlambat kelupaan
3) Pelajaran akan cepat lupa akibat rancunya materi yang kita hafalkan
4) Mengulang kembali pelajaran setelah hafal adalah faktor utama untuk melekatkan pengetahuan dan mengatasi kelupaan.
5) Lupa sering disebabkan oleh ketidaksehatan badan seperti kurang tidur atau jeleknya percernaan dan kegelisahan jiwa.
6) Pelajaran yang baru dihafal sekali akan hilang dari ingatan sejak hari kesatu sampai ketiga dengan kadar yang berbeda untuk satu orang yang lainnya menurut kemampuan otaknya masing-masing.
7) Pelajaran yang sudah dihafal kemudian lupa, akan dapat diingat kembali dalam waktu yang singkat dengan mengadakan ulangan, hal ini dinamakan hukum efesiensi waktu.
C. Ketentuan Mengingat Pelajaran
Ada beberapa ketentuan-ketentuan yang harus kita pahami, apabila ingin dapat mengingat pelajaran dengan baik. Adapun ketentuannya, antara lain :
1) Mengingat semua pelajaran dengan memperhatikan hubungan antara pokok pikiran satu bab dengan bab lainnya dalam satu mata pelajaran.
2) Mengingat pokok-pokok pelajaran sambil memperlihatkan hubungan dengan pelajaran yang terdahulu. Hal ini akan memudahkan dan menguatkan hafalan.
3) Hindari menghafal tanpa memahaminya, karen kualitas hafalan seperti ini rendah. Sebaliknya jangan merasa cukup memahami pelajaran tanpa berusaha untuk menghafalnya.
4) Materi pelajaran bahasa dan ilmu pengetahuan umum, banyak membutuhkan hafalan dan bacaan yang berulang-ulang.
5) Ketika menghafal buatlah waktunya terpisah akan tetapi berjarak dekat
6) Hafalkan pelajran dengan cara yang akan digunakan nantinya.
7) Jangalah menghabiskan waktu untuk menghafal yang tidak produktif.
D. Cara Mengatasi Kelupaan Dalam Belajar
1) Jangan belajar pada waktu pikiran kacau
Hal yang demikian ini tidak akan membantu melekatkan materi pelajaran, sebaliknya justru akan merancukan sehingga terkesan sia-sia. Belajar dengan pikiran kacau membuat proses belajar tidak efisien.
2) Belajar dengan teratur
Banyak siswa yang belajar dengan tidak teratur, mereka menghafal banyak materi pelajaran secara terus menerus tanpa ada waktu senggang untuk istirahat antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Dengan demikian seluruh pelajaran akan tercampur dalam kepala, sehingga sulit untuk diingat kembali secara utuh. Sebaiknya belajar dilakukan secara teratur, satu pelajaran demi satu pelajaran diselesaikan secara terpisah, sehingga tidak terjadi kerancuan.
3) Mengulang pelajaran dalam waktu berselang
Mengulang pelajaran dan hafalan dengan waktu yang berselang, akan sangat membantu dalam meletakkan pengetahuan dalam otak dan mengatasi kelupaan. Semakin sering kita mengulang maka semakin kuat ingatan kita
4) Ketegangan dan kegelisahan jiwa
Ketegangan dan kegelisahan jiwa saat belajar akan membantu mempercepat proses kelupaan. Sebaiknya cobalah untuk menyelesaikan terlebih dahulu segala masalah yang dapat mengganggu ketenangan pikiran. Apabila terjadi ketegangan dapat dilakukan relaksasi terlebih dahulu sebelum memuali belajar, sehingga dapat menghafal dengan penuh konsentrasi.
5) Konsentrasi
Konsentrasi dan perhatian disaat belajar adalah faktor utama dalam mengatasi kelupaan
6) Variasi cara menghapal
Setiap individu memiliki cara yang berbeda-beda dalam menghafal. Semakin banyak variasi cara menghafal ikut membantu mengatasi kelupaan. Hal ini disebabkan karena dapat meletakkan pengetahuan dalam otak dengan bentuk tertentu hingga mudah untuk mengingat kembali.
7) Jangan meremehkan pelajaran
Faktor utama penyebab lupa seerta melemahnya ingatan adalah melalaikan pelajaran dan meremehkan pelajaran
E. Melatih Ingatan
Ada empat cara melatih ingatan agar lebih kuat, diantaranya :
1) Memperhatikan keterangan dan memahami pelajaran dengan mengaitkan hubungan antara bagian-bagian pelajaran yaitu dengan cara membaca keseluruhan, selanjutnya mengulanginya beberapa kali.
2) Berlomba menjawab soal-soal diwaktu kosong dengan teman-teman
3) Melakukan pendalaman dengan berbagai variasinya, sambil mengulang bacaan secara cepat pada setiap kesempatan
4) Melatih kekuatan pengamatan dengan membiasakan diri memperhatikan segala sesuatu dengan semangat. Dengan menumbuhkan kekuatan mengamati hasilnya akan lebih baik dari pada usaha menghafal dengan berbagai bentuknya.
F. Cara Mengatasi Kesukaran Belajar
1) Belajar secra sistematis dan cukup menyediakan waktu
2) Belajar berdasarkan pengalaman, pemahaman diri mengenai materi atau suatu hal yang dapat mendukung proses belajar
3) Mengadakan latihan-latihan yang bersifat rutin, sehingga taraf pengetahuan siap
4) Mengadakan latihan-latihan yang bersifat ”problem solving” menuju ”insight”.
5) Memahami kesalahan-kesalahan yang telah dibuat dalam menyelesaikan soal-soal
6) Merangkum bagian-bagian informatoris sebagai pegangan untuk berpikir teratur dan kaya
7) Mengulangi tiap-tiap rangkuman itu sampai bertaraf pengetahuan siap
8) Kadang-kadang membaca literatur lengkap (buku pelajaran) dan bila mungkin literatur lain sebgai bahan perbandingan
G. Evaluasi
LATIHAN 1
1. Para psikolog mengadakan penelitian tentang lupa yang berkaitan dengan pelajaran. Mereka membagi pelajaran ke dalam dua kelompok besar, yaitu :
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Sebutkan macam-macam subyek praktis :
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Sebutkan hal-hal yang menyangkut subyek teoritis :
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Sebutkan kaidah-kaidah lupa? Jelaskan!
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
5. Sebutkan cara mengatasi kelupaan dalam belajar :
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
6. Jelaskan empat cara untuk melatih ingatan yang kuat!
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
7. Bagaimana mengatasi kelupaan dalam belajar ? Sebutkan empat macam !
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
8. Bagaimana cara mengatasi keksukaran belajar guna memperlancar proses daya ingat ? Sebutkan empat macam !
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
LATIHAN 2
Kuis Gaya Menghafal/Belajar
Petunjuk : Bacalah setiap item pernyataan di bawah ini dengan teliti kemudian berilah tanda cek () pada setiap kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan diri anda!
Skala penilaian SS (Sangat Sesuai) Skor 5
S (Sesuai) Skor 4
TP (Tidak pasti/kadang-kadang) Skor 3
TS (Tidak Sesuai) Skor 2
STS (Sangat Tidak Sesuai) Skor 1
No Pernyataan SS S TP TS STS
1. Apabila guru memberikan penjelasan saya memehaminya dengan baik
2. Saya senang belajar dengan cara melakukan sesuatu di kelas
3. Saya mempelajari sesuatu dengan lebih baik jika saya membaca apa yang ditulis oleh guru di papan tulis
4. Saya belajar lebih baik jika seseorang memberitahu saya bagaimana cara melakukan sesuatu
5. Saya belajar dengan lebih baik melakukan sesuatu di kelas
6. Saya lebih bisa mengingat penjelasan guru di kelas dari pada apa yang saya baca
7. Jika saya membaca panduan/teks, saya mengingatnya dengan baik
8. Saya lebih memahami sesuatu dengan membaca instruksi atau panduan
9. Saya merasa senang melakukan eksperimen di kelas
10. Saya dapat belajar lebih baik dengan membuat lukisan sewaktu mempelajari sesuatu
11. Saya belajar lebih baik sewaktu guru menyampaikan penjelasan
12. Saya lebih memahami sesuatu jika saya mengambil bagian dalam kegiatan itu
13. Saya belajar dengan lebih baik jika saya mengambil bagian dalam kegiatan itu
14. Saya belajar dengan baik jika membaca daripada mendengar sesuatu
15. Saya mempelajari sesuatu dengan lebih baik jika saya membaca buku teks daripada mendengar pebjelasan guru
Setelah anda selesai mengisi pernyataan di atas lanjutkan dengan mengisikan skor yang telah anda peroleh pada lembar skor di bawah ini untuk mengetahui kecenderungan gaya menghafal atau belajar anda dalam mengatasi kelupaan. Setelah anda memasukkan skor, jumlah keseluruhan skor dan kalikan 2.
VISUAL AUDITORIAL KINESTETIK
Pernyataan Skor Pernyataan Skor Pernyataan Skor
No. 3 No.1 No.2
No.7 No.4 No.5
No.8 No.6 No.9
No.14 No.11 No.10
No.15 No.13 No.12
Jumlah Jumlah Jumlah
Skor=jumlahx2 Skor=jumlahx2 Skor=jumlahx2
Penskoran
38-50 : gaya menghafal utama/tinggi
25-37 : gaya menghafal kedua/sedang
0-24 : gaya menghafal akhir/rendah
1. Sesuai hasil perhitungan, saya termasuk siswa dengan gaya menghafal
Gaya menghafal visual sebagai gaya belajar............................
Gaya menghafal auditorial sebagai gaya belajar.......................
Gaya menghafal kinestetik sebagai gaya belajar......................
2. Setelah mengetahui gaya menghafal saya, rencana lanjutan dalam belajar saya ......................................................................
..........................................................................................................................................................................
Hari/Tanggal Evaluasi Catatan Guru BK Tanda Tangan
PENGGALAN V
A. PENDAHULUAN
Bimbingan dan konseling merupakan suatu wadah yang memberikan layanan-layanannya untuk membantu siswa yang membutuhkan layanan tersebut. Layanan bimbingan dan konseling meliputi beberapa aspek yaitu aspek pribadi, sosial, belajar dan kerier. Dalam setiap layanan yang diberikan terdapat fungsi bimbingan antara lain : fungsi pencegahan, fungsi pemeliharaan, fungsi pengembangan dan masih banyak lagi.
Untuk mewujudkan tujuan bimbingan dan konseling yaitu perkembangan siswa optimal, maka diperlukan suatu kerjasama dari berbagai pihak baik konselor (guru BK), siswa pihak sekolah, orang tua siswa dan semua pihak yang bersangkutan.
Dalam modul ini akan dijelaskan mengenai bagaimana mengenali dan memahami bakat, minat, nilai, kepribadian dan kecerdasan emosional yang dimiliki seseorang sebagai persiapan untuk memasuki dunai kerja. Setiap manusia nantinya akan memasuki dunia kerja, bagaimana setiap orang menyiapkannya tergantung pada kemampuan diri, bakat dan minat seseorang. Dalam modul ini siswa diharapkan dapat menyatakan dengan jelas pilihan pekerjaan yang diinginkan; dapat memahami potensi dirinya dan dapat mengarahkan diri untuk mencapai cita-cita tersebut. Dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja siswa dihadapkan pemahaman diri yang mantap sehingga pilihan pekerjaan yang diinginkan sesuai dengan potensi dirinya. Dalam modul ini juga siswa diharapkan mampu mengatasi hambatan yang dialami secara tepat, memecahkan masalah kelompok secara tepat, siswa dilatih membiasakan diri mengatasi masalahnya sendiri, sehingga apa yang dicita-citakan siswa tercapai sesuai dengan minat dan kemampuan diri yang berguna dalam menentukan masa depannya.
B. TUJUAN PEMBELAJARAN
C. STANDART KOMPETENSI
Membantu mengeksplorasi kemampuan/bakat, minat, kepribadian, dan kemampuan emosionalnya dalam rangka memahami diri dalam kaitannya dengan persiapan memasuki dunia kerja
D. INDIKATOR KOMPETENSI
E. PRASYARAT
F. RENCANA PEMBELAJARAN
Rencana belajar merupakan serangkaian rencana kegiatan yang akan kamu lakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung :
Jenis kegiatan : membaca, menulis, diskusi,
mengerjakan latihan
Hari / Tanggal :
Tempat pelaksanaan :
Alokasi waktu :
Hasil yang dicapai :
Baca Selengkapnya...
Emosi merupakan suatu pengalaman yang nyata dan disertai dengan penyesuaian diri dalam diri seseorang yang berkaitan dengan
1. Pendahuluan
Emosi merupakan suatu pengalaman yang nyata dan disertai dengan penyesuaian diri dalam diri seseorang yang berkaitan dengan mental, dan fisik yang berwujud suatu tingkah laku yang nampak serta semua jenis perasaan yang ada dalam diri seseorang, emosi memiliki peran yang sangat besar dalam dinamika jiwa dan mengendalikan tingkah laku seseorang.
Secara teoritis emosi dokembangkan sejak Charles Darwin, dalam kehidupan sehari-hari emosi identik dengan rasa marah, perilaku agresif atau ungkapan perasaan yang meledak-ledak. Manusia mencoba mengenali emosi yang muncul dengan membedakan antara emosi yang positif dan emosi yang negatif yang sudah dijelaskan pada halaman sebelumnya.
Orang-orang yang tidak bahagia umumnya lebih sibuk dengan diri sendiri, dan merekalah orang yang rentan terhadap kehilangan (depresi), sering diliputi rasa sedih, kadang bersifat kurang bersahabat. Sehingga masalah yang muncul ketika diliputi masalah emosi negatif seperti rasa takut (fear), cemas (anxiety), sedih (sadness), rasa tertekan/kehilangan (depresi), kecewa berat (frustasi), marah (anger), muak/jijik (disgust).
Untuk dapat mempelajari, memahami, dan menguasai modul ini kalian harus membaca materi yang akan diulas lebih lanjut pada kegiatan pembelajaran pada halaman berikutnya. Agar lebih memahaminya terlebih dahulu lakukan dan pahamilah syarat-syarat sebagai berikut :
1. Tuntaskan semua modul semester ganjil jangan ada satu modulpun yang tertinggal, ingat.... ketinggalan satu modul berarti ketinggalan materi;
2. Bawalah buku/sumber pembelajaran lain yang relevan dengan materi ketika proses pembelajaran berlangsung,Cobalah mencari berbagai sumber pembelajaran lain yang relevan dengan materi baik di Perpustakaan Sekolah, Internet, Media Massa atau Media lainnya;
3. Lakukan diskusi kelompok kecil ( teman sebangku ) yang menyangkut materi pembelajaran, dengan demikian anda dapat berintrospeksi diriuntuk mengenal emosi positif dan negatif dalam diri anda.
4. Dengan memahami modul ini kalian memiliki kemampuan untuk mengenal dan memahami diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar dengan mengelola emosi secara produktif.
3. Petunjuk Penggunaan Modul
Penjelasan bagi Siswa
• Pelajari dengan seksama modul ini agar kalian dapat memahami dan mampu menerapkan ” Kecerdasan Emosi dan Pengendalian Diri ” hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi kalian untuk pengembangan diri bersosialisasi di lingkungan dimanapun berada secara efektif. Jangan lupa lakukan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Berdoalah terlebih dahulu ( minimal Basmallah ) atau sesuai dengan keyakinan yang kalian anut, agar diberikan kemudahan jalan dan pikiran untuk bisa mempelajari dengan mudah;
2. Bacalah dengan serius dan santai ( minimal 2 kali membaca ) secara berurutan dari kata pengantar sampai materi pembelajaran;
3. Buat dan isilah rencana pembelajaran yang terdapat dalam modul agar kalian dapat mengkonsultasikan apabila mendapatkan kesulitan;
4. Laksanakan semua kegiatan sesuai rencana pembelajaran yang kamu buat sendiri;
5. Kerjakan dan lengkapi semua tugas pada halaman yang telah disediakan dengan jelas dan benar tanpa ada tugas yang tertinggal sebab dapat menghambat kalian untuk mengikuti evaluasi dan menyelesaikan modul berikutnya;
6. Ingat kerjakan secara mandiri tanpa harus melihat milik orang lain untuk mengukur kemampuan kalian dalam penguasaan modul.
Peran Guru
1. Membimbing dalam proses kegiatan belajar mengajar;
2. Membantu kalian dalam mencari sumber pembelajaran yang relevan dengan materi;
3. Membimbing kalian apabila mengalami kesulitan dalam mempelajari, dan memahami materi modul;
4. Melakukan penilaian terhadap tugas-tugas yang ada dalam modul;
5. Melakukan refleksi pembelajaran bersama-sama dengan siswa.
4. Tujuan Pembelajaran
Tujuan dari pembelajaran ini diharapkan kalian memiliki pemahaman dan kematangan dalam mengenal dan mampu mengembangkan emosi secara konstruktif. Pelajarilah modul ini secara seksama dan sungguh-sungguh agar kalian dapat mengetahui:
Pengertian Emosi
Karakteristik dan Klasifikasi Emosi
Pengertian Kecerdasan Emosi
Pemahaman Pengendalian Diri
Mengapa Harus Mengendalikan Diri dan Bagaimana Mengendalikan Diri
Meningkatkan Kepercayaan Diri Emosional dan Mengenal Teknik Relaksasi
5. Kompetensi
6. Indikator
Siswa mampu menjelaskan pengertian emosi
Siswa memiliki kemampuan untuk mengenal karakteristik dan klasifikasi emosi
Siswa mampu menjelaskan pengertian kecerdasan emosi dan menerapkan cara pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari
Siswa memiliki kemampuan meningkatkan kepercayaan diri emosional dan mengenal teknik relaksasi
7. Rencana Belajar
KECERDASAN EMOSI DAN PENGENDALIAN DIRI
Uraian materi
A . Pe ngertian Emosi
Emosi merupakan suatu pengalaman yang nyata dan disertai dengan penyesuaian diri dalam diri seseorang yang berkaitan dengan mental, dan fisik yang berwujud suatu tingkah laku yang nampak serta semua jenis perasaan yang ada dalam diri seseorang, emosi memiliki peran yang sangat besar dalam dinamika jiwa dan mengendalikan tingkah laku seseorang. Samsu Yusuf mencontohkan sebagai berikut:
1. Emosi dapat memperkuat semangat. Apabila seseorang merasa puas dan senang atas hasil yang
dicapai.
2. Emosi dapat melemahkan semangat. Apabila timbul rasa kecewa atas kegagalan.
3. Emosi dapat menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar, ketika ada kegagalan. Ketegangan perasaan, misalnya gugup.
4. Emosi mengganggu penyesuaian sosial, misalnya iri hati dan cemburu.
5. Suasana emosional yang dialami masa kecil, akan mempengaruhi sikapnya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.
B. Karakteristik dan Klasifikasi Emosi
Sebagai gejala kejiwaan emosi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. bersifat subjektif
2. fluktuatif (naik turun tidak tetap)
3. banyak bersangkutan dengan pengenalan indrawi
Emosi dapat dipilih menjadi dua kelompok yaitu:
1. Emosi sensori yaitu emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar terhadap tubuh, misalnya: rasa dingin, manis, dingin, sakit, lelah, lapar, kenyang dan lain-lain.
2. Emosi psikis, emosi yang disebabkan oleh alasan-alasan kejiwaan yakni:
• Perasaan intelektual , yaitu rasa yang berkaitan dengan kebenaran contohnya gembira memperoleh sesuatu yang benar, puas atas suatu karya ilmiah.
• Perasaan sosial misalnya rasa solidaritas, empati, simpati, kasih sayang.
• Perasaan keindahan (estetis) misalnya kagum, terpesona, dan lain-lain.
• Perasaan susila, berkaitan dengan nilai baik dan buruk (etika) contoh rasa bersalah, rasa tentram, rasa bertanggung jawab dan lain-lain.
• Perasaan ketuhanan, rasa mengenal memiliki Tuhan, naluri keagamaan.
Beberapa bentuk emosi
Perasaan marah, disebabkan:
a. Sifat seseorang yang mudah marah (tempramental) dalam setiap kali bersikap, bertingkah laku, dan kebiasaan setiap hari dengan kata lain sifat dasar seseorang mudah marah dan tersinggung.
b. Adanya aturan atau standart yang dipegang teguh dan dilanggar orang lain.
c. Merasa terganggu karena diusik orang lain dalam melakukan sesuatu hal tertentu.
d. Merasa diperlakukan kurang adil.
Takut
Merupakan perasaan dalam diri seseorang karena tidak adanya keberanian dalam diri untuk menunjukkan atau tampil. Adapun perasaan takut disebabkan:
a. Merasa kurang percaya diri karena kemampuan dalam diri memiliki kekurangan dalam diri sehingga tidak adanya kemampuan untuk menunjukkan dirinya dimuka umum.
b. Menghadapi orang-orang yang masih asing atau baru.
c. Adanya sesuatu hal yang membuatnya merasa tidak nyaman, tenang, dan terancam.
Cemas, merupakan suatu sifat manusia yang berkaitan dengan kekhawatiran dalam menghadapi suatu persoalan tertentu, hal ini diikuti dengan perasaan takut, keluar keringat dingin, meremas-remas jari-jari, seringya mengambil napas panjang, dan gemetaran.
Gembira, merupakan suatu luapan emosi/perasaan dalam diri dengan ditunjukkan dengan sikap, dan wajah yang ceria dan senang, misalnya karena berhasil dalam sesuatu hal.
Sedih, merupakan perasaan seseorang karena merasa kehilangan atau suatu peristiwa yang menyebabkan seseorang mengeluarkan air mata.
C. Pengertian Kecerdasan Emosi
Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk memotivasi dan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan hubungannya dengan orang lain.
Kecerdasan emosi (EQ) semakin perlu dicermati karena kehidupan manusia semakin komplek. Hal ini rupanya membawa dampak yang buruk terhadap kehidupan emosional seseorang. Hasil survey Daniel Goleman menunjukkan kecenderungan yang sama diseluruh dunia, bahwa generasi sekarang lebih banyak mengalami kesulitan emosional dari pada generasi sebelumnya. Mereka lebih kesepian dan murung, lebih beringas dan kurang menghargai sopan santun, lebih gugup, mudah cemas, lebih meledak-ledak (impulsif dan regresif). Goleman juga menemukan bahwa banyak juga orang yang gagal dalam hidupnya bukan karena rendahnya kecerdasan intelektualnya, karena kurang memiliki kecerdasan emosional, sebaliknya sedikit orang yang berhasil dalam kehidupan meskipun IQ-nya rata-rata saja, tetapi kecerdasan emosionalnya tinggi.
Jeane Seagel mencontohkan beberapa kasus tentang peranan kecerdasan emosi terhadap seseorang:
1. kasus ina, menggambarkan orang yang IQ-nya rendah akibatnya ia sulit bergaul dan kesepian.
2. kasus hilman, IQ-nya tinggi tetapi EQ-nya rendah, ia hanya menjadi seorang reparasi alat panggang roti.
3. tono seorang dokter gigi yang sering ditinggalkan pasiennya dikarenakan cerewet dan sering bicara kasar. EQ sang dokter rendah sekali.
D. Pemahaman Pengendalian Diri
Tujuan akhir pengendalian diri adalah untuk mencapai kesuksesan/keberhasilan. Perjalanan hidup ini sangat dinamis, kadang berliku, menurun atau mendaki. Medan kehidupan yang demikian itu menuntut kita harus menguasai sejumlah kompentensi hidup, antara lain pengendalian diri.
E. Mengapa Harus Mengendalikan Diri
Mengapa Daniel Goleman (Ary Ginanjar, 2001) mengisahkan sebagai berikut:
Anak-anak usia 4 tahun di TK Standford diuji ketika memasuki sebuah ruangan. Dia atas disediakan kue marsh mallow. Anak boleh mengambilnya dan langsung memakannya. Tetapi bagi yang mau ‘’berpuasa’’ menahan waktu dalam waktu tertentu, maka ia akan dapat hadiah tambahan satu kue.
Empat belas kemudian, setelah anak-anak lulus SMA, didapati sebagai berikut:
Anak-anak sewaktu di TK langsung memakan kue, tidak menahan dulu, ternyata cenderung tidak tahan
menghadapi stress, mudah tersinggung, gampang terpancing untuk berkelahi.
Tiga puluh tahun kemudian, terbukti bahwa anak yang sewaktu TK tidak bisa menahan diri, setelah dewasa terlilat kecakapan kognitif dan emosinya rendah, sering kesepian, kurang dapat diandalkan, mudah hilang konsentrasinya, dan tidak sabar bila menghadapi stress hampir tidak terkendali. Tidak fleksibel menghadapi tekanan, dan mudah meledak-ledak emosinya (impulsif).
F. Bagaimana Mengendalikan Diri
1. Pengendalian Suasana Hati
Hati atau ‘’Qolbu” adalah pusat pikiran dan jiwa. Suasana hati sangat mudah berubah, sejalan dengan dinamika kehidupan yang dialami seseorang. Hati akan menentukan apakah seseorang menjadi mulia atau hina. Hati akan membimbing akal dan tubuh kita.
2. Pengendalian pikiran dan visi
Dimensi fikir akan membuahkan hasil/penentu sikap dan perilaku seseorang. Seseorang yang memiliki persepsi/pikiran benar (positif) akan membentuk suatu proses (aktivitas) yang benar juga (positif). Tentu hasil akhirnya juga benar (positif).
Pengendalian pikiran dapat dillakukan dengan mengawasi apa isi terbanyak dalam pikiran kita. Subjek apa yang mendominasi pikiran ???
Pikiran hanya sibuk pada diri sendiri, ini adalah indikator egoisme. Pikiran yang penuh dengan urusan uang dan uang berarti ini ada indikator materialistis. Cara lain untuk mengendalikan pikiran adalah dengan pikiran holistik, menyebutkan berfikir melingkar yaitu dengan berfikir dan mempertimbangan semua dimensi.
3. Pengendalian nafsu dan hasrat
Maslow menyebutkan bahwa motif-motf yang mendorong bertingkah laku adalah keinginan untuk memuaskan kebutuhan. Urutan kebutuhan manusia adalah
kebutuhan fisik (makan, minum, tempat tinggal) rasa aman, diterima, dicintai, diakui, ingin tahu, mendapat keindahan, dan aktualisasi diri.
Hasrat dan nafsu untuk memenuhi kebutuhan tersebut hendaknya tetap terkendali dengan dilandasi dengan nilai-nilai keimanan. Contoh: nafsu makan tidak terkendali dapat membawa petaka berupa penyakit tertentu, bahwa setiap apa yang kita makan akan dimintai pertanggungjawabannya di hari akhir halal dan harammnya. Lidah harus bisa mengendalikan supaya tidak memproduksi ucapan yang menyakitkan dan melecehkan diri sendiri serta orang lain.
Level 5
Level 4
Level 3
Level 2
Level 1
G. Meningkatkan Kepercayaan Diri Emosional
Kepercayaan diri emosional merupakan kepercayaan diri seseorang untuk yakin dan mampu memnguasai segenap sisi emosi yang ada dalam dirinya. Adapun kepercayaan diri emosional sebagai berikut:
Keyakinan terhadap kemampuan untuk mengetahui perasaan sendiri
Keyakinan terhadap kemampuan untuk mengungkapkan perasaan sendiri
Keyakinan untuk menyatukan diri dengan kehidupan orang-orang lain, dalam pergaulan yang positif dan penuh pengertian
Keyakinan terhadap kemampuan untuk memperoleh rasa sayang, pengertian, dan perhatian dalam segala situasi, khususnya disaat mengalami kesusahan atau kesulitan
Keyakinan terhadap kemampuan mengetahui apa yang dapat disumbangkan pada orang lain.
Gejala-gejala yang ditunjukkan seseorang bila kepercayaan diri emosionalnya masih lemah ialah sering menumpulnya perasaan, binggung terhadap apa yang dirasakan, sering mengasingkan diri dalam pergaulan, lebih sering menyatakan ‘’Ya’’ sekedar hanya untuk menyenangmkan orang lain dan menjadi ‘’Yes man’’ dan cenderung subjektif dan berfikiran negatif.
Cara meningkatkan kepercayaan diri emosional seseorang adalah sebagai berikut:
Belajar mengenali dan memutuskan perasaan sendiri
Membiasakan diri untuk mengungkapkan perasaan kepada orang lain (yang dipercaya)
Mencari dan menciptakan peluang untuk bersosialisasi. Semakin sering seseorang bersosialisasi dan tampil secara pribadi, semakin besar tumbuhnya kepercayaan diri dalam emosionalnya.
Kerjakan kuis ini dengan cepat! Anda tidak diperkenankan berfikir. Isilah pertanyaan berikut ini dengan memberi tanda (√ ) pada kolon TP, JR, KK, SR, SL. Jawablah secepat mungkin, jangan berhenti mengerakkan otot intelektual anda!
No Pernyataan TP JR KK SR SL
1. Merasa tersisih atau terabaikan mengganggu saya
2. Setelah melalukan sesuatu yang membuat saya malu, saya dapat mengakuinya
3. Saya akan merasa marah apabila tak dikenal bersikap kurang ramah kepada saya
4. Saya dapat menartawakan kelemahan-kelemahan saya
5. Saya mengutuki diri saya kalau melakukan kesalahan
6. Saya dapat mengakui ketidaksempurnaan saya tanpa merasa bersalah
7. Ketika seseorang marah kepada saya, maka rusaklah sisa hari saya
8. Saya mengalami beragam perasaan setiap hari, termasuk kesedihan, kemarahan dan ketakutan
9. Emosi saya membara menyebabkan saya lepas kendali
10. Saya selalu pusing tujuh keliling saat harus membuat keputusan, atau sering menunda-nunda membuat keputusan
11. Emosi membara orang lain menyebabkan saya merasa lepas kendali
JUMLAH SKOR
Jumlahkanlah masing-masing lalu beri skor:
Keterangan:
TP : Tidak Pernah (Skor 1)
JR : Jarang (Skor 2)
KK : Kadang-Kadang (Skor 3)
SR : Sering (Skor 4)
SL : Selalu (Skor 5)
Pengalaman mengendalikan diri
Buatlah sebuah tulisan /karangan yang berisi pengalaman nyata tentang mengendalikan diri yang pernah anda lakukan selama ini!
Kelompokan atau identifikasi perasaan dalam diri anda yang pernah anda rasakan berdasarkan pengalaman diri dan orang lain atau berdasarkan wacana, yaitu perasaan positif dan perasaan negatif pada tabel yang sudah disediakan. (minimal empat puluh dalam mengidentifikasi perasaan positif dan negagtif).
No Perasaan Positif Perasaan Negatif
1.
2.
3.
4.
5.
50. Senang
Bahagia
................... Sedih
Gembira
..................
Dari hasil identifikasi perasaan positif dan negatif pada tabel di atas, carilah lima definisi/pengertian, dan jabarkan penjelasannya pada tugas empat ini.
A. Perasaan Negatif
No Perasaan Negatif Definisi Perasaan Sumber Belajar
1. Cemas merupakan suatu sifat manusia yang berkaitan dengan kekhawatiran dalam menghadapi suatu persoalan tertentu, hal ini diikuti dengan perasaan takut, keluar keringat dingin, meremas-remas jari-jari, seringya mengambil napas panjang, dan gemetaran Modul BK
2.
3.
4.
5.
B. Perasaan Positif
No Perasaan Positif Definisi Perasaan Sumber Belajar
1. Gembira merupakan suatu sifat manusia yang berkaitan dengan merupakan suatu luapan emosi/perasaan dalam diri dengan ditunjukkan dengan sikap, dan wajah yang ceria dan senang, misalnya karena berhasil dalam sesuatu hal Modul BK
2.
3.
4.
5.
Bimbingan Pengembangan Pribadi
Latihan Mengendalikan Emosi Teknik Relaksasi
1. Pengantar
Secara teoritis emosi dokembangkan sejak Charles Darwin, dalam kehidupan sehari-hari emosi identik dengan rasa marah, perilaku agresif atau ungkapan perasaan yang meledak-ledak. Manusia mencoba mengenali emosi yang muncul dengan membedakan antara emosi yang positif dan emosi yang negatif yang sudah dijelaskan pada halaman sebelumnya.
Orang-orang yang tidak bahagia umumnya lebih sibuk dengan diri sendiri, dan merekalah orang yang rentan terhadap kehilangan (depresi), sering diliputi rasa sedih, kadang bersifat kurang bersahabat. Sehingga masalah yang muncul ketika diliputi masalah emosi negatif seperti rasa takut (fear), cemas (anxiety), sedih (sadness), rasa tertekan/kehilangan (depresi), kecewa berat (frustasi), marah (anger), muak/jijik (disgust).
Jika kita larut dalam emosi negatif dan tidak mampu mengelolanya, maka akan menjadi bumerang bagi kita dan masalah pada orang lain disekitar kita. Misalnya rasa takut, cemas, phobia, depresi dan stres yang berkepanjangan berakibat terhadap masalah psikologis munculnya gangguan kesehatan (psikosomatis).
Gambaran di atas memberikan dorongan kita untuk lebih mencermati emosi positif atau negatif yang muncul serta situasi, agar kita mampu mengelola emosi negatif meluaskan dan membangun emosi positif .
2. Teknik Relaksasi
Suatu cara untuk mengembangkan perilaku yang lebih menyenangkan dan mengembirakan khusunya untuk diri sendiri, adalah dengan terapi relaksasi yang bertujuan membangkitkan perasaan tenang. Adapun teknik relaksasi yang digunakan sebagai berikut:
Prosedur relaksasi dengan melatih otot-otot yang tegang agar lebih relak dan tidak kaku (Progressive Relaxation).
Meditation adalah prosedur klasik relaksasi dengan melatih konsentrasi/perhatian pada stimulus yang berulang (memusatkan perhatian/konsentrasi sebagai fokus perhatiannya yang dilakukan dengan menutup mata sambil duduk, mengambil posisi yang pasif dan berkonsentrasi dengan pernapasan yang teratur dan dalam serta dalam situasi yang tenang dan nyaman.
3. Penutup
Dalam pelatihan ini kita mengacu pada teknik relaksasi yang dikemukakan oleh Fredrickson (2000) yang meliputi latihan relaksasii, latihan imagery, latihan otot/fisik, latihan meditasi dan penemuan makna yang positif (bagaimana seseorang mengidentifikasi, menjelaskan kejadian-kejadian yang dialami sebagai hal positif yang harus dihadapi).
Pelatihan Pengelolaan Emosi: Teknik Relaksasi
Latihan Fisik
Latihan Pengelolaan Tubuh
Petunjuk Pelaksanaan Pernapasan
Petunjuk Pelaksanaan Latihan ‘’Brain Gym’’
Baca Selengkapnya...
Belajar pada dasarnya merupakan proses usaha aktif seseorang untuk memperoleh sesuatu, A. Pendahuluan Setiap manusia dilengkapi dengan bakat/kecakapan walaupun dengan kadar yang berlainan dan memiliki minat yang berbeda antar satu siswa dengan siswa yang lain. Untuk dapat mengembangkan bakat secara optimal dan sesuai dengan bakat, langkah awal yang perlu ditempuh adalah melakukan berbagai upaya untuk memahami bakat dan minat yang di miliki. Nah, sebelumnya kita harus tahu apa sih Bakat itu? Bakat adalah kemampuan tertentu yang di bawa sejak lahir. Atau juga Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang dengan suatu keahlian khusus memungkinkan mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus misalnya kemampuan berbahasa, kemampuan bermain, dan lain-lain. B. PRASYARAT Syarat untuk bisa memahami modul ini kamu harus membaca materi yang akan disampaikan lebih lanjut pada kegiatan belajar pada halaman berikutnya. Dengan membaca materi ‘’’Eksplorasi Potensi Dasar Untuk Belajar’’ kamu akan banyak mendapat pemahaman, bimbingan, dan penerapan dalam: a. Belajar Sepanjang Hayat b. Tanggung jawab dalam belajar c. Keajaiban otak d. Intelegensi e. Bakat f. Minat g. Kreativitas h. Evaluasi C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Agar kamu berhasil dan menguasai serta mampu menerapkan materi pada modul satu ini, maka bacalah dengan cermat dan ikuti petunjuk ini dengan baik diantara sebagai berikut: 1. Bacalah doa terlebih dahulu sesuai dengan keyakinan yang kamu anut dengan tujuan diberikan kemudahan jalan dan pikiran untuk bisa mempelajari dengan mudah 2. Bacalah dengan serius dan santai serta seksama sehingga kamu dapat mencapai penguasaan materi dengan baik dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. 3. Kerjakan dan lengkapilah Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada halaman yang sudah disediakan dengan jelas, tanpa ada tugas yang tertinggal karena dapat menghambat kamu untuk menyelesaikan tugas berikutnya. 4. Kerjakan secara mandiri tanpa harus menunggu teman, dengan belajar mandiri kamu dapat termotivasi mengerjakan lebik maksimal sesuai dengan kemampuan kamu sendiri, serta hindarilah kerja saling mencontek dengan teman sebangku atapun dengan teman satu kelas. 5. Menggunakan bahan atau sumber belajar misalnya buku perpustakaan, pengalaman pribadi/orang lain, majalah, koran, televisi dan masih banyak sumber belajar lain yang dapat kamu gunakan untuk menunjang/mendukung proses belajarmu. E. Tujuan Pembelajaran Agar anda mengenal dan memahami potensi, tingkatan kemampuan, dan kemampuan yang anda miliki dalam rangka mempersiapkan diri memilih sekolah lanjutan atau memasuki bidang perkerjaan tertentu. EKSPLORASI POTENSI DASAR UNTUK BELAJAR Uraian materi A. Belajar Sepanjang Hayat Belajar pada dasarnya merupakan proses usaha aktif seseorang untuk memperoleh sesuatu, sehingga terbentuk perilaku baru menuju arah yang lebih baik. Kenyataannya para pelajar seringkali tidak mampu mencapai tujuan belajarnya atau tidak memperoleh perubahan tingkah laku sebagaimana semestinya yang diharapkan. Hal tersebut menunjukana bahwa siswa perlu pembelajaran secara khusus untuk mencapau hasil belajar. Betulkah kita lahir untuk menjadi manusia pembelajar (born to leran)?? Manusia makhluk belajar, seorang lahir dalam keadaan lemah, tidak tahu apa-apa dan tidak bisa apa-apa. Manusia akan sukses apabila belajar terus menerus sepanjang hayat dengan tujuan akhir derajat kemuliaan manusia sejati. Untuk itu kita perlu langkah-langkah kongkret, yaitu belajar dan berlatih, kita harus bisa mengembangkan kecakapan kesadaran potensi diri dan melakukan pengolahan informasi diri. B. Tanggung Jawab dalam Belajar Siapa yang bertanggungjawab akan kebodohan yang ada pada diri kita?? Dan sebaliknya siapa yang paling berperan ketika kita sukses berprestasi?? SETIAP ORANG ATAU INDIVIDU BERTANGGUNGJAWAB PADA DIRINYA SENDIRI!!!! Jadi, pintar atau bodohnya kita, tergantung pada diri kita sendiri!!! SAYA BERTANGGUNG JAWAB ATAS: Belajar masa depan Belajar saya Semua pikiran saya Semua pilihan saya Semua keputusan saya Ucapan saya Apa yang saya dengarkan Keinginan saya Apa yang saya lakukan Untuk apa semua umur saya C. Keajaiban Otak Kita Penelitian mutakhir membuktikan bahwa manusia terdiri dari bermilyar-milyar sel aktif. Sejak lahir sedikitnya mempunyai 100 milyar sel otak aktif. Setiap sel mampu membangun jaringan masing-masing 20.000 cabang atau (dendrite) Yang mencengangkan, ketika awal kehidupan otak kita berkembang melalui proses berfikir alamiah dengan kecepatan 3 milyar sambungan per detik. Sebagai ilustrasi, ketika tahun 1997 dalam tiga hari pertama jutaan pengguna komputer dapat membuat jaringan internet 200 juta sambungan, pada hal otak manusia hanya dalam 1 detik mampu membuat jaringan 15 kali lebih besar dibandingkan jaringan internet dalam 3 hari. Otak kiri dan kanan Selama ini dalam belajar atau kehidupan sehari-hari kita hanya menggunakan setengah kemampuan saja, yakni otak kiri. Seharusnya otak kiri dan kanan dimanfaatkan semua secara harmonis. Ciri otak kiri : berfikir secara berurutan, bagian pembagian, dan sesuatu yang logis Ciri otak kanan: bekerja melengkapi yaitu berfikir acak atau menyuruh dan kreatif. Otak kanan berperan besar dalam proses menghafal cepat, membaca cepat dan berfikir kreatif. Anatomi Otak dan Fungsi Belajar Ada tiga bagian utama otak manusia, yaitu: a. Batang otak (otak replite) Batang otak posisinya di tengkorak bagian dasar, kerja otak mengontrol banyak fungsi dari : pernapasan, detak jantung, instink (melawan, marah, berlari). b. Sistem limbik (otak manusia) Sistem limbik adalah bagian tengah otak yang melapisi batang otak, bagaikan kerah baju. Komponen kunci simtem limbik adalah hipotalamus dan amikdala. Tugas simtem limbik adalah mengendalikan perilaku emosional dan perilaku yang mencapai tujuan tertentu. Limbik inilah yang mengendalikan memori (ingatan, emosi, hormon, rasa haus, lapar, metabolisme tubuh, fungsi kekebalan, dan kesehatan), hal lain yang menyebabkan sistem limbik adalah rasa senang, permainan peran, kerjasama, dan permainan lain yang termasuk bagian penting dalam proses belajar. Jadi secara ilmiah sangat dibenarkan untuk menggunakan kreatifitas seni drama, warna warni, emosi dan permainan-permainan sebagai alat bantu dan sarana efektif pendidikan. c. Neo korteks (otak berfikir) Lapisan paling luar dan membungkus sismtem limbik adalah neo korteks, lapisan ini hanya dimiliki oleh otak manusia. Neo korteks berhubungan dengan fungsi-fungsi : melihat, mendengar, berbicara, mencipta, berfikir. Dalam neo korteks keputusan-keputusan dibuat pengalaman-pengalaman disimpan dalam memori, pembicaraan diproduksi dan difahami lukisan dilihat dan diapresiasi, musik didengar dan dinikmati. Neo korteks ini benar-benar luar biasa, tempat kecerdasan yang membuat kita menjadi betul-betul manusiawi. Neo korteks berhubungan dengan fungsi-fungsi antara lain: melihat, mendengar, mencipta, berfikir, dan berbicara, dalam neo korteks keputusan-keputusan dibuat, pengalaman-pengalaman disimpan dalam memori, pembicaraan diproduksi dan dipahami, lukisan dilihat dan diapresiasi, musik didengar dan dinikmati. Bagaimana mendesain situasi belajar yang menyenangkan? Volume tertinggi kerja otak (sistem limbik) ketika suasana hati dan situasi belajar dalam kondisi menyenangkan, mengairahkan, memotivasi, memancing dan membangkitkan semangat tersebut? Tugas ini diselembar kertas kemudian tempel di modul ini? Mengertikah kamu...........?? D. Intelegensi/potensi intelektual Kemampuan (intelegensi) adalah kualitas kemampuan umum yang dimiliki seseorang dalam menjalankan kegiatan mental pada umumnya, yaitu kemampuan untuk mengabtraksikan hal-hal konkrit dan kemampuan membentuk konsep. Sedangkan bakat adalah kemampuan khusus yang dimiliki seseorang dalam menjalankan pada bidang tertentu atau kondisi khusus yang berupa potensi disertai latihan dan belajar dan dapat dikembangkan dengan suatu keahlian tertentu. Maka bila seseorang memiliki keahlian dibidang musik, bila ia belajar dan latihan maka ia akan lebih cepat menguasai dan mahir dibidang tersebut bila dibandingkan dengan orang lain yang tidak memiliki keahlian tersebut. Intelegensi (kecerdasan) adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. (Marthen Pali, 1993). Satuan intelegensi disebut IQ (Intelligence Questions) yang dilakukannya dengan melaksanakan tes intelegensi, taraf kecerdasan seseorang dapat dibedakan menjadi beberapa tingkatan sebagai berikut: No IQ Klasifikasi Kemampuan Intelektual Prestasi Belajar Minimal 6. 5. 4. 3. 2. 1. ...... – 79 80 – 89 90 – 109 110 – 119 120 – 135 136 - ..... Rendah Dibawah rata-rata Rata-rata Diatas rata-rata Superior Sangat superrior - 5,5 6 7-8 9 9 -10 Sumber: Marthen Pali, 1995 Intelegensi bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan, bahkan menurut penelitian peranan intelegensi (IQ) hanya 20% saja bagi keberhasilan. Selebihnya 80% ditentukan oleh faktor hal yang lain yaitu kecerdasan emosional. Mengenali intelegensi diri Sebutkan atau perkirakan pada klasifikasi mana intelegensi yang ada pada diri anda! Apakah anda telah memaksimalkan intelegensi untuk belajar? Apakah anda telah kerja keras dalam memanfaatkan kecerdasan otak anda untuk belajar? E. Bakat Karena setiap manusia dilengkapi dengan bakat/kecakapan walaupun dengan kadar yang berlainan dan memiliki minat yang berbeda antar satu siswa dengan siswa yang lain. Untuk dapat mengembangkan bakat secara optimal dan sesuai dengan bakat, langkah awal yang perlu ditempuh adalah melakukan berbagai upaya untuk memahami bakat dan minat yang di miliki. Nah, sebelumnya kita harus tahu apa sih Bakat itu? Bakat adalah kemampuan tertentu yang di bawa sejak lahir. Atau juga Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang dengan suatu keahlian khusus memungkinkan mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus misalnya kemampuan berbahasa, kemampuan bermain, dan lain-lain. Bakat dan kemampuan yang dimiliki seseorang tidak akan sama. Ada yang berbakat di bidang main bola, melukis, mengarang, menyanyi dan sebagainya. Dari ketidaksamaan inilah maka tiap-tiap orang akan mencapai karier yang berbeda-beda sesuai dengan bakat dan pengembangannya. Namun adapula bakat yang tidak berkembang, bakat seperti itu disebut bakat terpendam. Dengan tidak adanya faktor penunjang dan usaha untuk mengembangkannya, maka bakat tersebut lama-kelamaan akan hilang. Nah, apakah kalian merasa seperti itu coba periksa diri kalian. Dapat disimpulkan bahwa Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam waktu yang relatif pendek bila dibandingkan dengan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Contoh seseorang yang memiiki bakat melukis akan lebih cepat mengerjakan pekerjaan melukisnya dibandingkan seseorang yang kurang berbakat. Bakat juga merupakan potensi yang bakal diwujudkan diwaktu yang akan datang. Hal ini berarti bakat hanya menunujukkan peluang saja. Yakni peluang keberhasilan. Dengan kata lain bakat harus disemaikan, diwujudkan dan dikembangkan. No Mata Pelajaran Baik Cukup Kurang 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. Agama Olah Raga Kesenian Bahasa Indonesia Bahasa Inggris IPS Matematika IPA Keterampilan Mata pelajaran-mata pelajaran apa saja yang dirasakan paling menonjol/mampu : a. ………………. b. ……………… Mengenali bakat diri sendiri Sebutkan atau perkirakan bakat-bakat yang anda miliki! bagaimana anda memberdayakannya bakat-bakat tersebut untuk belajar? F. Minat Minat adalah campuran dari perasaan, harapan, pendidikan, prasangka, rasa takut atau kecenderungan- kecenderungan lain yang yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan. Pada intinya minat seseorang adalah berhubungan dengan senang atau tidaknya terhadap suatu bidang tertentu. Tujuan memahami bakat Agar anda mengenal dan memahami potensi, tingkatan kemampuan, dan kemampuan yang anda miliki dalam rangka mempersiapkan diri memilih sekolah lanjutan atau memasuki bidang perkerjaan tertentu. Mengapa memahami itu penting Karena informasi ini dapat digunakan untuk memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan diri anda. Dengan demikian anda memiliki kesempatan untuk berhasil dalam meniti karier dimasa depan. Setiap orang yang mempunyai minat yang berbeda, walaupun diantaranya ada juga yang sama. Dua hal yang perlu diperhatikan menyangkut minat adalah : Pertama, minat pembawaan. Minat ini muncul dengan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, baik kebutuhan maupun lingkungan. Biasanya minat ini muncul berdasarkan bakat yang ada. Dengan kata lain apabila seseorang mempunyai bakat dibidang seni lukis, maka ia berminat untuk mengikuti les lukis. Kedua, minat yang muncul karena ada pengaruh dari luar Minat seseorang saja berubah karena adanya pengaruh dari luar seperti lingkungan dan kebutuhan. Berkenaan dengan hal itu, maka beberapa kegiatan berikut diharapkan dapat membantu anda memahami bakat yang anda miliki dan memahami minat sekaligus membuka peluang untuk mengembangkanya untuk kebutuhan masa depan. Minat atau interes adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang tinggi, dan kecenderungan seseorang untuk suka dan tidak suka terhadap sesuatu hal. Minat ikut menentukan tinggi rendahnya kualitas pencapaian hasil belajar siswa. Minat bukanlah sesuatu hal yang bersifat statis atau berhenti, tetapi bersifat dinamis dan mengalami pasang surut. Minat bersifat dan dapat dipelajari maksudnya sesuatu yang semula tidak disukai dapat berubah menjadi diminati karena sesuatu hal atau adanya faktor penyebab tertentu. Misalnya pada suatu pelajaran tertentu ada yang tidak disukai dan berubah menjadi disukai karena adanya penyebab suatu hal sehingga menyukai misalnya pada penampilan guru, cara pengajarannya. Jenis-jenis minat (Guilford 1956) a) Minat vokasional merujuk pada bidang-bidang pekerjaan Minat vokasional terdiri atas 3 kelompok yaitu: • Minat profesional : minat keilmuan, seni dan kesejahteraan sosial • Minat komersial : minat pada pekerjaan dunia usaha, jual beli, periklanan, akuntansi, sekretaris. • Minat gerakan fisik : mekanik, kegiatan luar, penerbangan. b) Minat avokasional, yaitu minat untuk memperoleh kepuasan atau hobi misalnya petualangan, hiburan, apresiasi, artistic, ketelitian dan lain-lain. Mengenali minat diri sendiri Sebutkan atau perkirakan minat-minat yang saat ini berkembang pada diri anda! Sejauh mana minat-minat tersebut telah mendukung kesuksesan belajar anda? Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Bakat dan Minat Untuk mencapai studi lanjutan dan pemilihan pekerjaan (karier) yang sesuai dengan bakat dan minat kita, tidak lepas pula dari faktor-faktor penunjuang dan faktor-faktor penghambat bakat dan minat itu mengembangkannya dan menggunakanya untuk kebutuhan masa depan. Faktor penunjang dan faktor penghambat itu dapat berupa keadaan fisik, keterampilan yang dimiliki, keadaan sosial ekonomi, fasilitas/sarana, dorongan/keinginan untuk kegiatan dan keinginan orang tua. Seperti pada contoh dibawah ini terdapat hambatan fisik dan hambatan sosial/ekonomi. Haris ingin sekali menjadi pilot, nilai pelajarannya cukup baik, ia menyenangi mesin-mesin. Tetapi dalam persyaratan menjadi pilot harus mempunyai tinggi badan 170 cm. Sedangkan tinggi badan Haris hanya 162 cm. Sehingga, karena hambatan fisiknya ia tidak dapat memenuhi keinginanya. Seorang siswa yang mempunyai bakat matematika dapat memperoleh nilai yang tinggi meskipun dia belajarnya belum maksimal. Namun, adakalanya seseorang memperoleh hasil yang sangat mengecewakan walaupun usahanya sudah maksimal. Ini merupakan petunjuk, mungkin seseorang itu kurang berhasil. Manfaat Pemahaman Bakat dan Minat Setelah kita memahami bakat dan minat kita, pemahaman itu akan bermanfaat bagi pengambilan atau menentukan keputusan dalam karier yang baik perlu adanya kesesuaian antara bakat dan minat, kesesuaian ini akan membuat orang merasa senang dan merasa puas terhadap pekerjaannya. Contoh : Arya mempunyai bakat di bidang yang berhubungan dengan kata-kata seperti penyiar dan pembawa acara. Arya juga sangat senang dan tertarik untuk mengikuti festival-festival kepenyiaran. Dan ternyata dia sekarang bangga menjadi pembawa acara salah satu program televisi swasta. Jadi gimana nih, kalian ingin tahukan bakat dan minat kalian 1. Minat di bidang akademis Anda urutkan mata pelajaran yang paling anda sukai dengan alasannya dan urutkan pertama, berikutnya mata pelajaran yang memiliki tingkat kesukaannya sedikit dibawahnya. No Mata Pelajaran Alasan 1. 2. 3. 4. 5. 2. Minat di bidang kegiatan dan keterampilan Di samping ada beberapa pelajaran yang anda sukai, tentunya ada pula keterampilan yang anda sukai. Minat di bidang kegiatan dan keterampilan No Bidang Kegiatan/Keterampilan Jenis Kegiatan/Keterampilan Alasan 1. 2. 3. 4. Olahraga Keseniaan Keterampilan Lain-lain 1.1 ………………. 1.2 ………………. 1.3 ………………. 2.1 ………………. 2.2 ………………. 2.3 ………………. 3.1 ……………….. 3.2 ……………….. 3.3 ……………….. 4.1 ………………. 4.2 ………………. 3. Urutan minat di bidang kegiatan dan keterampilan urutkan jenis kegiatan dan keterampilan yang telah anda tuliskan No Bidang Kegiatan/Keterampilan Alasan 1. 2. 3. 4. 5. 4. Minat pendidikan Sekolah menengah mana yang anda pilih untuk melanjutkan sekolah dan alasannya No Sekolah Lanjutan Alasan 1. 2. 3. 4. 5. 5. Minat pekerjaan Anda ketahui bahwa masyarakat terdapat banyak pekerjaan, dari berbagai jenis pekerjaan yang ada, pekerjaan apa yang anda inginkan No Jenis Pekerjaan Alasan 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kegiatan yang disenangi No Kegiatan yang anda senangi Faktor- faktor yang menunjang Frekuensi Kegiatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Sebutkan semua faktor yang diperkirakan dapat menghambat pengembangan bakat dan minat anda. Tuliskan faktor penghambat itu secara berurutan dari yang sedikit hambatanya. a. …………………………. d. ………………… b………………………….. e. ………………… c. ………………………….. f. ………………… berilah penilaian apakah masih mungkin faktor penghambat itu dapat diatasi, faktor- faktor apakah itu ? a. ………………………………… b. …………………………………. c. ……………………………….. d. …………………………………. G. Kreatifitas Kreativitas adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu yang baru. Kreativitas atau daya cipta memungkinkan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta dalam semua bidang usaha lainnya. Guilford mendeskripsikan empat ciri kreativitas: a) Kelancaran : kemampuan untuk memproduksi ide-ide sebanyak mungkin b) Keluwesan : kemampuan untuk mengajukan bermacam-macam pendekatan/jalan pemecahan masalah c) Penguraian : kemampuan untuk menguraikan sesuatu hal sehingga menjadi terperinci d) Perumusan kembali : kemampuan untuk mengkaji kembali sesuatu persoalan melalui cara yang berbeda dengan yang sudah lazim Bagaimana anda menerapkan kreatifitas dalam belajar? Bagaiman mengingat, membaca, memahami, mengerjakan hitungan secara kreatif? Temukanlah cara-cara kreatif yang sesuai dengan diri anda. Mengenali kreativitas diri sendiri Sebutkan mana yang menonjol dari ciri-ciri kretivitas yang telah diuraikan di atas, yang ada pada diri anda! Dan bagaimana anda mengembangkan kreativitas untuk meningkatkan hasil belajar? Daftar Rujukan Ahmadi Abu. 1991. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Rineka Cipta. Graham, Stedman.2003. I Can Do It 9 Kiat Meraih Sukses Khusus Remaja. Bandung. Hurlock Elizabeth. 1992. Psikologi Perkembangan, Edisi kelima. Jakarta: Erlangga. _____________, 2006/2007. Modul Bimbingan Konseling Kelas 7. MGP Kota Malang: Randu Agung. ……tanpa tahun. Kumpulan Satuan Layanan. Malang: Pemerintah Kota Malang Dinas Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Malang. Baca Selengkapnya...
Cita-Cita, Hambatan Dalam Memahami Jenis-jenis PekerjaanKATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga dapat menyusun dan terselesaikannya modul bimbingan dan konseling
Modul bimbingan dan konseling ini disusun berdasarkan kurikulum KTSP yang menekankan dan mengembangkan kemampuan diri di dalam berbagai kegiatan belajar, sehingga siswa dapat menerapakan dan memahami cita-cita, bakat, minat, kemampuan, potensi, hambatan dalam memahami jenis-jenis pekerjaan sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya yang berguna bagi masa depan siswa. Modul ini bertujuan agar siswa dapat memahami siapa dirinya dan diharapkan siswa dapat menemukan sisi kelemahan dalam diri dan kelebihan potensi dirinya dapat dikembangkan, sehingga siswa lebih berprestasi dalam belajar.
Modul ini tidak mungkin dapat diselesaikan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dari berbagai pihak yang telah membantu dalam penyelesaian modul ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini, maka dari itu penulis berterima kasih dengan adanya saran dan kritik yang membangun untuk penyempurnaan modul ini.
Malang,
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar ............................................................
1
Daftar isi .................................................................... 2
A. Pendahuluan .................................................... 3
B. Prasyarat ........................................................ 4
C. Petunjuk Penggunaan Modul ................................. 4
D. Tujuan Pembelajaran ......................................... 5
E. Kompetensi ..................................................... 5
F. Rencana Belajar ................................................ 6
Materi : Cita-Cita, Hambatan dalam Memahami Jenis-Jenis Pekerjaan
A. Cita-cita ........................................................ 6
B. Hambatan ......... ............................................ 17
C. Cara Mengatasi Hambatan ................................... 22
D. Jenis-jenis Pekerjaan ......................................... 25
E. Perkembangan Karier.......................................... 25
F. Evaluasi.......................................................... 30 30
Daftar Rujukan
A. PENDAHULUAN
Bimbingan dan konseling merupakan suatu wadah yang memberikan layanan-layanannya untuk membantu siswa yang membutuhkan layanan tersebut. Layanan bimbingan dan konseling meliputi beberapa aspek yaitu aspek pribadi, sosial, belajar da kerie. Dalam setiap layanan yang diberikan terdapat fungsi bimbingan antara lain : fungsi pencegahan, fungsi pemeliharaan, fungei pengembangan dan masih banyak lagi.
Untuk mewujudkan tujuan bimbingan dan konseling yaitu perkembangan siswa optimal, maka diperlukan suatu kerjasama dari berbagai pihak baik konselor (guru BK), siswa pihak sekolah, orang tua siswa dan semua pihak yang bersangkutan.
Dalam modul ini akan dijelaskan mengenai bagaimana siswa mengetahui cara mengatasi dan mengembangkan cita-cita, hambatan dalam memahami jenis-jenis pekerjaan. Setiap siswa memiliki bakat, minat, kemampuan dan cita-cita. Untuk mengembangkan kemampuan dan mengaplikasiannya semua itu perlu proses belajar memahami bakat, minat, cita-cita merupakan layananan dalam bimbingan dan konseling dan mempunyai fungsi pemeliharaan dan pengembangan.
B. PRASYARAT
Adapun syarat untuk memahami modul ini adalah siswa diharapkan membaca materi terlebih dahulu, sengan membaca materi cita-cita, hambatan dalam memahami jenis-jenis pekerjaan. Hal ini dimaksudkan agar siswa mengerti dan memahami bakat, minat dan kemampuan bagi diri sendiri, keluarga, orang lain dan lingkungan masyarakat.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Agar siswa berhasil menguasai dan mampu menerapkan materi didalam modul ini , maka bacalah dengan cermat dan ikuti petunjuk berikut ini dengan baik, diantara sebagi berikut :
Bacalah do’a terlebih dahulu sesuai dengan keyakinanmu agar diberikan kemudahan dalam mempelajari materi ini.
Bacalah materi ini dengan serius, santai, dan tenang sehingga kamu dapat mencapai penguasaan materi secara optimal.
Kerjakan secra mandiri tanpa harus menunggu teman, dengan belajar mandiri kamu dapat termotivasi mengerjakan lebih baik secara maksimal sesuai dengan kemampuan kamu sendiri tanpa melihat pekerjaan teman.
Kerjakan lembar kegiatan siswa yang sudah disediakan pada lembar berikutnya secara sungguh-sungguh dengan memberikan isian secara lengkap.
Untuk mendukung penguasaan siswa yang lebih luas kamu bisa menggunakan sumber belajar lainnya, misalnya buku bacaan, majalah, telvisi dan media yang lainnya.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
E. KOMPETENSI
F. RENCANA BELAJAR
Rencana belajar merupakan serangkaian rencana kegiatan yang akan kamu lakukan pada saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung :
Jenis kegiatan : membaca, menulis, diskusi,
mengerjakan latihan
Hari / Tanggal :
Tempat pelaksanaan :
Alokasi waktu :
Hasil yang dicapai :
Cita-Cita, Hambatan Dalam Memahami Jenis-jenis Pekerjaan
Uraian Materi
A. Cita-Cita
Pada umumnya sebagian besar dari kita belum faham benar apa yang dimaksud dengan cita-cita dan apa cita-cita kalian? Cita-cita merupakan keinginan atau kehendak yang selalu ada dalam pikiran, mempunyai tujuan untuk dicapai atau dilaksanakan di kemudian waktu. Cita-cita pada umumnya berkaitan dengan masa depan dan pilihan pekerjaan yang diinginkan.
Tentu setiap orang mempunyai cita-cita? Apakah ingin jadi dokter, jadi insinyur, jadi guru, jadi jaksa, jadi hakim atau berwirausaha.
Sering pula mendengar dari teman, adik atau kakak tentang cita-citanya. Atau mungkin juga dari buku yang menceritakan berbagai hasil yang gemilang sebagai keberhasilan dari suatu cita-cita. Mungkin juga kalian pernah mendengar keluhan orang-orang yang pekerjaannya tidak sesuai dengan apa yang dicita-citakannya. Ada yang mudah mencapai cita-citanya dan ada pula yang melalui hambatan. Tetapi tidak sedikit juga gagal total dalam mencapai cita-citanya, karena apa yang dicita-citakannya tidak sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya.
Pencapaian Cita-cita
Cita-cita berkaitan erat dengan cara hidup yang diinginkan. Kita dapat melihat hubungan cita-cita dengan gaya hidup yang diinginkan. Untuk menemukan dan mencapai cita-cita, harus terlebih dahulu memahami diri sendiri serta potensi-potensi yang ada.
1) Pemahaman Diri
Pemahaman diri membicarakan hal-hal yang biasa dipertanyakan seseorang tentang dirinya, yaitu : Siapa saya? Bagaimana sifat saya? Apa saja kegiatan saya sehari-hari? Bagaimana pengalaman hidup saya selama ini?
Sepintas lalu pertanyaan ini sangat sederhana dan kita dapat menjawab sebagai berikut :
Nama saya : Rina, umur 15 tahun, siswa SMP Lab UM.
Ternyata jawaban ini hanya menggambarkan sedikit tentang diri kita, kalau lebih diteliti lagi masih banyak penjelasan tentang diri kita, seperti :
a. kelebihan dan kekurangan kita
b. kepribadian kita
c. kebutuhan-kebutuhan pokok kita
d. cara hidup yang kita inginkan
e. minat dan bakat kita
f. cita-cita dan harapan kita
g. apa yang penting bagi kita
Kegiatan 1
Pertama-tama siswa diajak mengenali dirinya sendiri, kemudian mengenal nilai-nilai yang ada pada dirinya sendiri ataupun orang lain. Setelah itu mengenal lingkungan di sekitar kita, siswa diajak berfikir tentang hambatan-hambatan untuk mencapai cita-cita, dan kita mengatasi semua hambatan yang ada baru kemudian memikirkan masa depannya.
1. Dalam bimbingan karir siswa diajak mengenal dirinya sendiri. Siapa diri saya? Apa kelebihan saya dan apa kekurangan saya?
2. Di dalam bimbingan karir siswa diajak untuk mengenali nilai-nilai yang ada pada dirinya atau pada orang lain. Ceritakan pertentangan nilai baik dan buruk pada dirimu !
3.
3. Dalam bimbingan karir siswa diajak mengenal lingkungan yang ada di sekitar siswa, misalnya tentang informasi pendidikan, informasi pekerjaan, informasi jabatan, potensi daerah dan pengembangannya.
2) Bakat / Kemampuan / Potensi
Yang dimaksud dengan bakat adalah kemampuan tertentu yang dibawa sejak lahir. Kemampuan adalah suatu kecakapan yang diperoleh setelah memperoleh pengalaman atau pelajaran. Potensi adalah semua kekuatan atau kecakapan yang dimiliki baik itu di bawa sejak lahir maupun yang diperoleh dari pengalaman dan pelajaran. Setiap manusia dilahirkan ke dunia ini dilengkapi dengan bakat/kemampuan yang melekat padanya.
Macam bakat / kemampuan
a) Bakat/kemampuan di bidang akademik
b) Bakat/kemampuan di bidang keterampilan
Karena setiap manusia dilengkapi dengan bakat/kemampuan walaupun dengan kadar yang berlainan dengan siswa yang lain. Untuk dapat mengembangkan bakat secara optimal, langkah awal yang perlu ditempuh adalah melakukan berbagai upaya untuk memahami bakat. Nah, sebelumnya kita harus tahu apa sih Bakat itu? Bakat adalah kemampuan tertentu yang di bawa sejak lahir. Atau juga Bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang dengan suatu keahlian khusus memungkinkan mencapai suatu kemampuan/kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus misalnya kemampuan berbahasa, kemampuan bermain, dan lain-lain.
Bakat dan kemampuan yang dimiliki seseorang tidak akan sama. Ada yang berbakat di bidang main bola, melukis, mengarang, menyanyi dan sebagainya. Dari ketidaksamaan inilah maka tiap-tiap orang akan mencapai karier yang berbeda-beda sesuai dengan bakat dan pengembangannya. Namun ada pula bakat yang tidak berkembang, bakat seperti itu disebut bakat terpendam. Dengan tidak adanya faktor penunjang dan usaha untuk mengembangkannya, maka bakat tersebut lama-kelamaan akan hilang. Nah, apakah kalian merasa seperti itu coba periksa diri kalian.
Berdasarkan referensi ada beberapa jenis bakat:
a) Bakat verbal: bakat tentang konsep-konsep yang diungkapkan dalam bentuk kata-kata
b) Bakat numerikal: bakat tentang konsep-konsep dalam bentuk angka
c) Bakat skolastik: kombinasi kata-kata dan angka
d) Bakat abstrak: bakat yang bukan kata maupun angka tetapi dalam bentuk pola, rancangan, ukuran-ukuran, bentuk dan posisi-posisinya.
e) Bakat mekanik: bakat tentang prinsip umum IPA, tata kerja mesin, perkakas dan alat-alat lainnya.
f) Bakat relasi ruang: bakat untuk mengamati, mencitrakan pola dua dimensi atau berfikir dua dimensi.
g) Bakat kecepatan ketelitian klerikal: bakat tentang tugas tulis menulis, meramu untuk laboratorium, kantor dan lain-lain.
h) Bakat bahasa: bakat tentang penalaran analisis bahasa misalnya untuk jurnalistik, stenografi, penyiaran, editing, hukum, pramuniaga.
Kegiatan 2
1. Prestasi Akademik
Isilah tabel di bawh ini dan berilah tanda cek (v)
Tabel I : Prestasi Akademik
No Mata Pelajaran Baik Cukup Kurang
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10. Agama
Olah Raga
Kesenian
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
IPS
Matematika
IPA
Keterampilan
Mata pelajaran-mata pelajaran apa saja yang dirasakan paling menonjol:
a. .......................... c. ............................
b. .......................... d. ............................
2. Prestasi non Akademik / Keterampilan
Lengkapilah tabel di bawah ini
Tabel II : Bakat/ keterampilan yang dinilai
No Bidang Kegiatan Pendapat Saya Kesimpulan
Baik Cukup Kurang
1.
2.
3.
4.
Bidang Olahraga
Sepak bola
Bola Basket
………….
Keterampilan
Mengetik
Komputer
Mengarang
Melukis
Menari
Memasak
…………..
Sifat-sifat
Jujur
Disiplin
…………..
Berkomunikasi
Berdiskusi
Bergaul
Berpidato
……….
Jenis kegiatan apa/keterampilan apa yang pernah mencapai prestasi
a.……………………………………………………………………………………………
b. …………………………………………………………………………………………..
c. …………………………………………………………………………………………
3) Minat
Yang dimaksud dengan minat adalah rasa tertarik pada sesuatu, yang disebabkan beberapa faktor. Minat adalah campuran dari perasaan, harapan, pendidikan, prasangka, rasa takut atau kecenderungan- kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan. Pada intinya minat seseorang adalah berhubungan dengan senang atau tidaknya terhadap suatu bidang tertentu.
Setiap orang yang mempunyai minat yang berbeda, walaupun diantaranya ada juga yang sama. Dua hal yang perlu diperhatikan menyangkut minat adalah :
Pertama, minat pembawaan. Minat ini muncul dengan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, baik kebutuhan maupun lingkungan. Biasanya minat ini muncul berdasarkan bakat yang ada. Dengan kata lain apabila seseorang mempunyai bakat dibidang seni lukis, maka ia berminat untuk mengikuti les lukis.
Kedua, minat yang muncul karena ada pengaruh dari luar. Minat seseorang bisa berubah karena adanya pengaruh dari luar seperti lingkungan dan kebutuhan. Berdasarkan ketentuan diatas tentang minat, maka diharapkan minat yang didasari oleh bakat, kemudian dikembangkan secara maksimal dan ditunjang oleh fasilitas yang diharapkan dapat mencapai hasil yang maksimal.
a. Minat dalam bidang akademik
Pada waktu kalian lulus SMP, ada beberapa Sekolah lanjutan Atas yang dapat kalian masuki. Contoh : jenis sekolah yang dipilih adalah SMK alasannya akan mengembangkan bakat saya di bidang teknik. Di sekolah yang kalian masuki tentunya ada salah satu mata pelajaran yang kalian senangi dan tidak disenangi. Contoh : mata pelajaran yang disenangi adalah kimia karena ingin melanjutkan ke fakultas kedokteran. Berkenaan dengan hal itu, maka beberapa kegiatan berikut diharapkan dapat membantu anda memahami bakat yang anda miliki dan memahami minat sekaligus membuka peluang untuk mengembangkanya untuk kebutuhan masa depan.
Kegiatan 3
Tugas 1 : Tulis sekolah lanjutan yang kalian minati setelah lulus SMP
No. Jenis sekolah yang dipilih Alasan-alasannya
1.
2.
3.
4.
5.
Tugas 2 : Tulis mata pelajaran yang kalian senangi di sekolah yang kalian pilih dan sebutkan alasannya
No. Mata pelajaran Alasannya
1.
2.
3.
4.
5.
b. Minat dalam bidang pekerjaan
Minat merupakan pendorong bagi kalian dalam mencapai cita-cita. Contohnya, Amir mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang insinyur pertanian. Dalam kegiatan sehari-hari terlihat bahwa si Amir selalu mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan pertanian. Umpamanya ia senang menanam tanaman bunga di taman, senang berkebun dan senang mengadakan percobaan-percobaan biologi yang diperolehnya dari sekolah. Dengan demikian Amir mempunyai minat dalam bidang pertanian cukup besar. Sehubungan dengan cerita diatas kalian bisa melakukan kegiatan sehari-hari dan dapat mencerminkan/menggambarkan tentang diri kalian. Umpamanya , kegiatan berdiskusi kurang saya senangi karena saya tidak pandai berbicara. Contoh lain misalnya kegiatan yang dilakukan adalah bekerja di kantor karena senang dan berhubungan dengan orang, benda, dan ide didasari dengan alasan sesuai dengan minat. Dari kegiatan sehari-hari tersebut kalian memahami bidang kegiatan apa yang kalian senangi, yang kalian lakukan dengan senang hati dan perhatikan kegiatan itu berhubungan dengan apa. Mungkin kegiatan kalian itu berhubungan dengan benda berarti kalian cenderung bekerja pada bidang perbengkelan atau insinyur. Jika lebih banyak berhubungan dengan orang maka kalian sesuai bekerja pada bidang sosial seperti : ahli hukum, pelayanan masyarakat. Kalau lebih banyak berhubungan dengan ide maka contoh pekerjaan yang sesuai adalah penulis, peneliti dan lain sebagainya. Contoh kegiatan atau pekerjaan yang berhubungan dengan minat dalam bidang pekerjaan, contohnya kegiatan saya sering berhubungan dengan benda, maka kemungkinan pekerjaan yang sesuai adalah menjadi montir.
Tugas 3 : Cantumkanlah kegiatan yang kalian lakukan sehari-hari. Berilah tanda () pada kolom sesuai dengan pernyataan kalian apakah pekerjaan itu disenangi, kurang disenangi atau tidak disenangi. Isikan kegiatan yang kalian lakukan berhubungan dengan orang, benda atau ide. Dan isikan pula alasannya.
No. Kegiatan yang dilakukan Senang Berhubungan dengan Alasan
Senang Kurang Tidak Orang Benda Ide
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Tugas 4 : Isilah hubungan kegiatan yang dilakukan kalian sehari-hari dengan kemungkinan pekerjaan
No. Kegiatan saya sering berhubungan dengan Kemungkinan pekerjaan yang sesuai
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Manfaat Pemahaman Bakat dan Minat?
Setelah kita memahami bakat dan minat kita, pemahaman itu akan bermanfaat bagi pengambilan atau menentukan keputusan dalam karier yang baik perlu adanya kesesuaian antara bakat dan minat, kesesuaian ini akan membuat orang merasa senang dan merasa puas terhadap pekerjaannya. Contoh : Arya mempunyai bakat di bidang yang berhubungan dengan kata-kata seperti penyiar dan pembawa acara. Arya juga sangat senang dan tertarik untuk mengikuti festival-festival kepenyiaran. Dan ternyata dia sekarang bangga menjadi pembawa acara salah satu program televisi swasta.
B. Hambatan
Pada saat kita menentukan cita-cita, telah dibahas mengenai pemahaman diri, bakat dan minat. Dengan demikian kita telah mempunyai gambaran tentang diri sendiri, bakat dan minat. Untuk mencapai suatu cita-cita selalu ada hambatan (penghalang). Hambatan dibagi menjadi dua, yaitu dari dalam diri dan lingkungan.
Hambatan yang berasal dari dalam diri yaitu:
1) Hambatan dari faktor kemampuan diri
Faktor kemampuan diri antara lain keadaan fisik, kemampuan/kecakapan atau kecerdasan (IQ), keterampilan, bakat, minat dan keterbatasan diri merupakan faktor penghambat utama sehingga sebaiknya dalam menentukan cita-cita harus disesuaikan dengan keadaan fisik kita.
Contoh: - Haris ingin sekali menjadi seorang pilot. Nilai pelajarannya cukup baik. Ia menyenangi mesin-mesin. Tetapi salah satu persyaratan untuk menjadi pilot harus mempunyai tinggi badan minimal 170. tinggi badan Haris hanya 162 cm.
- Ardi ingin sekali memasuki Akademi Maritim. Ia mengetahui bahwa kekayaan laut Republik Indonesia banyak digali. Laut yang luas, negara yang terdiri dari pulau-pulau, masalah angkutan laut sangat penting. Tetapi sayang Ardi buta warna. Ia tidak dapat diterima karena buta warna.
2) Ada prasangka sebagai hambatan
Selain faktor kemampuan diri ada juga prasangka yang menjadi faktor penghambat. Prasangka adalah anggapan pada sesuatu yang tidak benar. Prasangka sering menghambat kita dalam pergaulan, seperti diketahui bahwa sifat setiap orang berbeda, begitu juga dengan sifat setiap suku bangsa.
Contoh : - Pada suatu ketika si B melamar pekerjaan. Sudah lama ia melamar, baru kali ini ia diterima. Ia akan ditempatkan di daerah A. Ia menolak kesempatan bekerja tersebut karena takut tidak dapat menyesuaikan diri dengan sifat masyarakat setempat.
Setiap orang tentu pernah mempunyai prasangka. Prasangka yang pernah dialami pasti akan menimbulkan hambatan. Dengan mengetahui bahwa prasangka itu menimbulkan hambatan maka setiap orang akan berusaha mengatasinya.
Selain hambatan dari dalam diri, ada juga hambatan yang timbul dari faktor lingkungan. Hambatan yang berasal dari faktor lingkungan yaitu keinginan orang tua, keadaan sosial, pendapat orang tua atau teman, pendapat masyarakat dan tingkat pendidikan masyarakat.
Contoh : - Anisah sangat ingin mengembangkan bakat/minatnya dalam bidang seni suara. Ia ingin menjadi penyanyi terkenal. Tetapi orang tua dan familinya tidak menyetujui/kurang menghargai kegiatan menyanyi sebagai suatu profesi. Mereka menginginkan Anisah menjadi guru.
- Ramli seorang insinyur. Dia memutuskan kembali ke desa dan berwiraswasta. Tetapi masyarakat desa itu mengejeknya. Rasa hormat dari teman selama ini hilang. Ia menjadi ragu-ragu.
Hambatan-hambatan dalam kehidupan itu selalu ada tak terkecuali dalam meraih cita-cita, contohnya Tuti terhambat cita-citanya menjadi penyanyi karena orang tua melarangnya. Banyak orang yang sekarang terlihat berhasil (misalnya: menjadi seorang direktur perusahaan yang berhasil), tetapi sebanarnya bila kita teliti masa lalunya ia telah melalui beberapa hambatan.
Namun ia berhasil menembus tembok-tembok penghalangnya. Tidak ada suatu masalah maupun kesulitan yang tidak dapat diselesaikan, asalkan ada kemauan.
Kegiatan 4
Tugas 1 : Sebutkan cita-cita kalian.
No. Kondisi Sangat Menunjang Menunjang Kurang Menunjang Tidak Menunjang
1. Bakat
2. Minat
3. Keadaan fisik
4. Kemampuan
5. Keterampilan
6. Keadaan ekonomi
7. Keinginan orang tua
8. Keadaan sosial
9.
Cita-cita saya ingin menjadi...............................................
Tugas 2 : Sebutkan pekerjaan yang kalian inginkan sesuai kondisi kelanjutan sekolah maupun latihan kerja yang direncanakan, baik pemerintah, swasta, maupun wiraswasta.
1. Pekerjaan yang saya harapkan
.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Pendidikan yang saya butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
...................................................................................................................................................................................................................... ...........................................................................................................
3. sikap terhadap pekerjaan
...................................................................................................................................................................................................................... ...........................................................................................................
4. kebutuhan masyarakat/pemerintah terhadap pekerjaan tersebut
......................................................................................................................................................................................................................
5. kesempatan mendapat pekerjaan.
......................................................................................................................................................................................................................
Tugas 3 : Jelaskan penghalang bagi cita-cita kalian baik dari dalam
maupun dari luar.
No. Jenis hambatan Cara mengatasinya
1. Dari dalam :
a. ............................. ................................................
b. ............................ ................................................
c. ............................. ................................................
d. ............................ ................................................
2. Dari luar :
a. ............................. ................................................
b. ............................ ................................................
c. ............................. ................................................
d. ............................ ................................................
Tugas 4: Diskusikan macam-macam karir yang kalian ketahui di
Indonesia
No. Macam-macam karir
1. Pembawa Acara / MC
2. ...................................................................................
3. ...................................................................................
4. ...................................................................................
5. ...................................................................................
6. ...................................................................................
7. ...................................................................................
Tugas 5: Pililah alternatif karir yang menarik
No. Bidang karir yang menarik Alasan
C. Cara Mengatasi Hambatan
Manusia identik dengan masalah dan hambatan. Namun tidak ada suatu masalah yang tidak dapat diselesaikan. Tidak terkecuali dalam menentukan cita-cita. Kita harus terbiasa mengatasi masalah sendiri maupun dari orang lain atau lingkungan kita. Dalam mencapai cita-cita kita harus melewati tembok penghalang agar cita-cita tercapai.
Pada umumnya setiap orang pernah menghadapi masalah/hambatan, baik besar atau kecil. Masalah apapun yang kita dapati harus kita atasi. Dalam menyelesaikan suatu masalah hendaknya harus berdasarkan perhitungan dan pertimbangan yang teliti. Demikian juga dalam mengatasi hambatan dalam mencapai cita-cita, harus diperhitungkan dan dipertimbangkan supaya tidak menyimpang dari apa yang kita harapkan.
Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam mengatasi hambatan
1) Keadan dan kemampuan diri
2) Nilai-nilai yang terdapat di masyarakat
3) Kesesuaian bakat
4) Minat terhadap sesuatu hal
5) Pemahaman lingkungan
6) Keadaan ekonomi orang tua
7) Lapangan pekerjaan
8) Keterampilan
Kegiatan 5
Setelah kalian menelaah faktor potensi diri sendiri, tulislah hasilnya pada format di bawah ini.
Nama : .................................................
Cita-cita setelah lulus SMP : .................................................
Cita-cita setelah lulus SMA/SMK : .................................................
Bakat yang dimiliki : .................................................
Keadaan fisik : .................................................
Keinginan orang tua setelah tamat : .................................................
1. SMP : .................................................
2. SMA/SMK : .................................................
Pandangan orang tua terhadap cita-cita : .................................................
Keadaan ekonomi orang tua : .................................................
Hambatan yang mungkin dialami :1. ...............................................
2. ...............................................
3. ...............................................
Cara mengatasi hambatan :1. ...............................................
2. ...............................................
3. ...............................................
D. Jenis-jenis Pekerjaan
Dalam menghadapi kemajuan jaman, banyak sekali permasalahan yang muncul. Hal ini terjadi karena ketidaksiapan setiap orang dalam menghadapi berbagai perubahan. Kondisi tersebut harus segera ditangani yaitu dengan mengantisipasi penerus bangsa agar tidak mengalami apa yang sekarang terjadi. Pemberian informasi yang tepat dan berguna akan sangat membantu dalam rangka mengantisipasi agar para siswa tidak salah melangkah dalam proses eksplorasi kariernya. Peran konselor di sekolah akan sangat dibutuhkan, dengan kata lain perlu adanya peran aktif konselor dalam menyediakan informasi karier yang dibutuhkan para siswanya.
Sekolah merupakan salah satu lembaga yang bertugas untuk mengembangkan potensi generasi muda, diharapkan nantinya dapat menghasilkan manusia-manusia yang mampu berperan aktif dalam berbagai sektor kehidupan. Salah satu bagian yang ikut bertanggung jawab dalam membantu siswa mengembangkan pilihan kariernya adalah Bimbingan konseling. Bimbingan konseling harus benar-benar memberikan arahan dan bimbingan dalam bidang karier siswa.
Salah satu tujuan dari layanan bimbingan karier di sekolah adalah mempersiapkan tenaga profesional seperti yang diharapkan dalam masyarakat. Bimbingan karier tersebut haruslah mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dalam proses pilihan kerja para siswa. Pemberian pengetahuan dan keterampilan tersebut tentunya dapat dilakuka dengan berbagai cara, antara lain dengan memberikan informasi tentang karier para siswa (Ruslan A. Gani, 1987).
Kerja merupakan kebutuhan manusia, seseorang bekerja karena adanya sesuatu yang hendak ia capai, dan orang berharap bahwa bekerja melalui aktivitas tersebut akan membawa mereka kepada suatu keadaan yang lebih baik dan memuaskan bagi dirinya. Pekerjaan adalah sumber penghasilan dan juga suatu kesempatan mengembangkan diri.
Sebagai suatu kesempatan maka pekerjaan itu hendaknya tidak disia-siakan dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tidak semua siswa melanjutkan studi kejenjang pendidikan tinggi, yaitu perguruan tinggi. Adakalanya memilih memasuki dunia kerja, yaitu bekerja di karenakan adanya alasan.
E. Perkembangan Masa Remaja Tentang Kemampuan Dan Perkembangan Karier
Masa remaja merupakan masa penuh gejolak emosi dan tidak seimbang, sehingga remaja mudah terkena pengaruh oleh lingkungan. Disini lingkungan memegang peranan penting dalam perkembangan kepribadian masa remaja. Remaja belajar dari dan dalam lingkungan, sehingga dalam arti remaja munculah perilaku yang baru menuju tercapainya masa dewasa yang merupakan harapan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Pada masa remaja juga terlihat adanya perilaku dalam cara berfikir. Pikirannya menjangkau jauh ke masa depan, misalnya pilihan terhadap bidang pekerjaan. Untuk itu siswa remaja perlu mengetahui kemampuan yang dimilikinya dan perlu juga mempersiapkan diri sedini mungkin, siswa perlu memahami bahwa jenis-jenis pekerjaan tertentu, karena merasa cocok. Namun sebaliknya ada manusia yang tidak tenang, tidak tentram bekerja pada jenis pekerjaan tertentu karena merasa tidak cocok. Contoh dari pekerjaan adalah : Pekerjaan termasuk kategori negeri, swasta, wiraswasta
F. Jenis-Jenis Pekerjaan Yang Mempunyai Peluang Lebih Baik Di Masa Depan
Untuk mengenal jenis-jenis pekerjaan yang mempunyai peluang lebih baik pada masa yang akan datang, maka diperlukan prediksi-prediksi terhadap bidang pekerjaan tersebut. Peluang setiap pekerjaan akan sangat tergantung pada berbagai faktor yang ikut mempengaruhinya. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, tingkat fertilitas, kondisi perekonomian internasional, pendapatan perkapita suatu negara, dan juga tingkat kesejahteraan (Harmiyanto, 1995). Pekerjaan yang nantinya akan lebih mempunyai peluang adalah jenis pekerjaan yang mampu memenuhi kebutuhan setiap orang seiring dengan perkembangan jaman. Jenis-jenis pekerjaan yang kemungkinan besar akan lebih punya peluang di masa depan antara lain:
Perindustrian
Perubahan arus modernisasi yang telah menjalar di seluruh aspek kehidupan membuat kita harus segera mempersiapkan diri dan aktif di tengah perkembangan yang terjadi. Dengan adanya arus perubahan ini, hampir setiap pekerjaan yang dulunya di kerjakan secara manual kini telah lebih banyak di dominasi dengan penggunaan mesin. Salah satu perubahan tersebut menuntut setiap orang agar dapat mengaplikasikan alat-alat tersebut dengan baik dan benar.
Kita sering mendengar istilah „gaplek“ yang artinya gagap teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian dari masyarakat Indonesia masih awam dan belum siap terjun ke dunia yang sudah modern. Ada berbagai sumber yang menyatakan bahwa sektor perindustrian akan mengalami peningkatan yang cukup pesat ke depan.
Data-data dari BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan adanya kabar baik tersebut. Pada tahun 2001 jumlah industri yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut:
Perusahaan Jumlah Persen
Besar dan sedang 18.163 0,7
Kecil 124.990 5.0
Rumah tangga 2.353.559 94,3
Jumlah 2.496.712 100
Jenis industri yang ada di Indonesia ada 3 jenis, sebagaimana yang ditetapkan oleh Departemen Perindustrian, yaitu:
• Industri dasar (jumlah karyawan 100 orang lebih)
Industri mesin dan logam dasar (IMLD)
Industri Kimia Dasar (IKD)
• Industri kecil (jumlah karyawan 20-99 orang)
Industri pangan
Industri sandang dan kulit
Industi kimia dan bahan bangunan
Industri kerajinan umum
Industri logam
• Industri hilir
Industri hilir adalah industri yang memperkerjakan karyawan
kurang dari 3 orang. Jenis-jenis pekerjaan pada bidang industri nampaknya akan mengalami perkembangan yang cukup baik. Apalagi bidang pekerjaan ini banyak sekali menyerap tenaga kerja setiap tahunnya, dan dapat membantu mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia yang makin meningkat ( Harmiyanto, 1995).
Adapun jenis pekerjaan yang termasuk dalam bidang perindustrian adalah karyawan pabrik atau perusahaan, pejabat struktural dalam lingkungan perusahaan (manager, asisten manager, direktur, sekertaris, akuntan dsb). Selain itu pada industri kecil-menengah misalnya karyawan perusahaan rumah tangga, kerajinan, dan sebagainya.
Perhotelan dan pariwisata
Sektor pariwisata di Indonesia, khususnya, nampaknya mendapat angin segar dan punya prospek yang cukup cerah ke depan. Beberapa propinsi sudah ditetapkan sebagai tujuan wisata. Meskipun ada beberapa propinsi lain yang sepertinya lambat mengantisipasi peluang tersebut, namun berbagai upaya terus dilakukan dan digalakkan.
Dilihat dari potensinya, Indonesia mempunyai peluang yang cukup baik untuk ikut bersaing dengan negara-negara tujuan wisata lainnya. Berbagai tempat-tempat wisata terus dikembangkan dan tentunya akan banyak menyerap tenaga kerja pada bidang-bidang kepariwisataan. Peluang ini harusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk dapat bekerja di bidang tersebut. Adapun contoh jenis pekerjaan dalam bidang perhotelan dan pariwisata antara lain : karyawan administrasi hotel (front office, house keeping, waitress/waiter, bell boy) pramuwisata, karyawan tempat-tempat wisata dsb.
Perbankan
Kebutuhan akan rasa aman pada harta benda yang dimiliki menyebabkan peran sector perbankan semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Apalagi pada jaman seperti sekarang ini dimana kejahatan selalu mengincar setiap orang setiap saat. Makin meningkatnya kebutuhan akan rasa aman tersebut, nampaknya membuat sektor perbankan akan makin dibutuhkan dimasa sekarang dan yang akan datang.
Menyikapi fenomena tersebut seharusnya setiap orang dapat segera mempersiapkan diri untuk dapat menempati jabatan-jabatan dalam sektor perbankan. Jenis-jenis pekerjaan dalam bidang ini antara lain: karyawan administrative bank, security dsb.
Pendidikan
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Hal ini mengingat banyaknya tenaga ahli yang dapat diciptakan dengan adanya peran serta pendidikan. Selain itu, pendidikan sangat diperlukan dalam rangka mengembangkan potensi generasi bangsa yang dapat mengikuti perkembangan jaman. Pendidikan harus benar-benar mampu melahirkan sumber daya manusia yang terampil dan ahli dalam suatu bidang pekerjaan.
Jika dilihat kembali perjalanan proses pendidikan di Indonesia, nampaknya makin mengalami kemajuan, meskipun ada beberapa hal yang perlu segera dibenahi. Salah satunya adalah kurangnya tenaga pengajar dalam setiap lembaga pendidikan. Hal ini tidak hanya terjadi di tingkat pendidikan dasar,
akan tetapi sampai ke tingkat pendidikan tingkat tinggi (PT) dari adanya fenomena tersebut diatas, maka ke depan bangsa Indonesia harus segera membenahi kekurangan yang ada selama ini. Dengan kata lain, pemerintah harus segera mengupayakan penambahan jumlah tenaga pengajar di berbagai jenjang pendidikan. Adapun jenis pekerjaan dalam bidang ini adalah pegawai diknas. Guru konselor kepala sekolah, karyawan, Tata Usaha, security, tukang kebun dsb.
KEGIATAN SISWA
1. Sebutkan jenis-jenis pekerjaan yang kemungkinan besar akan lebih mempunyai peluang dimasa depan
a. Dokter alasannya Dapat membantu menyembuhkan penyakit yang diderita oleh masyarakat…
b…………………………alasannya
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
c………………………….alasannya
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
d………………………….alasannya
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2. Pekerjaan atau karier yang akan saya pilih setelah tamat dan lulus dari SMA/SMK atau Sarjana adalah pekerjaan ...............................................................................
3. Pekerjaan yang anda pilih nanti tentunya ada dorongan dari pribadi, lingkungan keluarga atau masyarakat?
Pribadi alasannya …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...........
Lingkungan Keluarga atau masyarakat alasannya
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...........
4. Sebutkan macam-macam pekerjaan yang anda ketahui
NO. PEGAWAI NEGERI SWASTA WIRASWASTA
1.
2.
3.
4.
5.
5. Tuliskan kesan-kesan anda setelah mengikuti kegiatan ini ?
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Nilai Guru Pembimbing
Baca Selengkapnya...
